Hati-hati Investasi Bodong

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Iklim ekonomi yang semakin menantang, membuat banyak orang ingin cepat sukses. Sehingga tawaran investasi menggiurkan banyak membuat orang tertarik. Untuk itu, agar masyarakat terhindar dari investasi bodong atau fiktif, Pemerintah Kota Pekalongan bersama Citra Institute, Otoritas Jasa Keuangan Tegal dan anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno menggelar seminar dan diskusi dengan tema “Optimalisasi Pengawasan Industri Jasa Keuangan” di Hotel Horison Kota Pekalongan, Jumat malam (4/4/2018).

“Di zaman sekarang kita harus memilih bisnis dan investasi yang realistis, jangan tergiur investasi bodong, enak di awal tiba-tiba blong,” ucap Wali Kota Pekalongan H Saelany Machfudz, saat membuka seminar.

Bahkan kata wali kota, banyak korban investasi bodong, bukan saja warga yang memiliki pendidikan rendah, kini semua orang juga kena. Dari yang rendah hingga orang berpendidikan tinggi, aparat hingga pejabat pun kena tipu.

Dalam seminar kemarin, mendatangkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Tegal Ludi Arianto, tenaga ahli anggota DPR RI Heriyono Tarjono dan anggota DPR RI Komisi XI Prof Dr Hendrawan Supratikno.

Prof Dr Hendrawan Supratikno dalam paparannya mengingatkan bahwa rakyat miskin dan terbelakang sering jadi korban ekonomi. Dari yang tidak punya uang, hingga punya uang tapi ditipu investasi bodong.

Sementara Kepala OJK Perwakilan Tegal Ludi Arianto mengingatkan agar masyarakat yang ingin berinvestasi harus paham produk investasi. Kemudian meneliti dan kenali badan hukum perusahaan yang menyalurkan produk investasi.

“Bagi yang masih ragu dan takut investasi tertentu, bisa tanya ke kami, apakah lembaga yang dimaksud aman atau tidak, agar lebih berhati-hati memilih investasi,” tuturnya lagi. (han/lis)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -