Debat Pilkada Temanggung Lebih Seru

366
Ketiga Paslon Bupati-Wakil Bupati Temanggung Pilkada 2018 berswafoto dengan Ketua KPU Temanggung Sujatmiko usai debat publik di Gedung Graha Bhumi Phala Setda Temanggung, Sabtu (5/5). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
Ketiga Paslon Bupati-Wakil Bupati Temanggung Pilkada 2018 berswafoto dengan Ketua KPU Temanggung Sujatmiko usai debat publik di Gedung Graha Bhumi Phala Setda Temanggung, Sabtu (5/5). (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Debat publik ketiga pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Temanggung 2018 Sabtu (5/5) berlangsung cukup seru. Debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung di gedung Graha Bhumi Phala itu dipandu Fitriyah mantan Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah.

Adapun ketiga panelis yang hadir, Prof FX Soegiyanto (guru besar ekonomi Undip), Dr Arie Sujito (dosen sosiologi Fisipol UGM), Tanto Mendut (budayawan dan seniman Magelang). Satu panelis berhalangan hadir, Prof Totok Agung Dwi Haryanto (guru besar Fakultas Pertanian Unsoed).

Ketiga pasangan calon (paslon) adalah nomor urut 1 Bambang Sukarno-Matoha (Bambang bersama Matoha), paslon nomor urut 2 Haryo Dewandono-Irawan Prasetyadi (Hadir) dan paslon nomor urut 3 HM. Al Khadziq-Heri Ibnu Wibowo (HB).

Dalam sesi pertama, masing-masing paslon diberi kesempatan menyampaikan visi-misi program pembangunan lima tahun. Selain misi visi, ketiga paslon juga punya perhatian khusus untuk pertanian tembakau. Bambang berkomitmen menjaga kualitas tembakau Temanggung.“Budidaya tembakau varietas kemloko merupakan jenis lokal dan yang diminati pabrikan.”

Haryo berpandangan, akhir-akhir ini petani sedikit terkendala mendapatkan pupuk. Untuk menfasilitasi supaya petani mudah mendapatkan pupuk, maka perlu lebih banyak memanfaatkan pupuk organik. “Selama ini ketergantungan petani pada pupuk anorganik cukup tinggi, maka perlahan-lahan harus beralih ke pupuk organik,” ucapnya.

Sementara Al Khadziq berkomitmen akan tetap mengembangkan tanaman tembakau lokal. “Tembakau lokal harus dilindungi. Supaya petani bisa menjual hasil panen tembakau dengan harga yang wajar dan menguntungkan. Kami bersama petani dan semua stake holder, bersama-sama untuk menolak impor tembakau,” tekadnya.

Panelis Arie Sujito menilai, pelaksanaan debat publik secara umum substansinya masuk dan hangat, meskipun ada kekurangan secara teknis. Menurutnya secara substansi permasalahan sudah diangkat dan antarkandidat kelihatan hangat dan berani saling menyerang.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Temanggung Sujatmiko menuturkan, debat publik merupakan metode kampanye yang difasilitasi oleh KPU Kabupaten Temanggung pada masa kampanye. Debat publik di Kabupaten Temanggung hanya digelar satu kali. (san/lis)

Silakan beri komentar.