Bandar Miras Oplosan Diringkus

401
DIRINGKUS: Ramot saat dikeler petugas beserta barang bukti puluhan jeriken berisi tuak basi dan kayu rayu di Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIRINGKUS: Ramot saat dikeler petugas beserta barang bukti puluhan jeriken berisi tuak basi dan kayu rayu di Mapolres Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMUNGARAN – Petugas Polres Semarang mengamankan bandar miras oplosan yang meresahkan warga di Kabupaten Semarang. Ramot Simangunsong, 42, warga Kecamatan Ambarawa diamankan oleh petugas setelah kedapatan menjual miras siap oplos di daerah Sumowono.

Wakapolres Semarang Kompol Cahyo Widyatmoko menjelaskan, dalam penangkapan Ramot tersebut turut diamankan 700 liter tuak basi yang siap diedarkan dan dioplos. “Saat kita tangkap, yang bersangkutan mengangkut ratusan tuak basi tersebut menggunakan mobil pikap,” ujar Cahyo, Minggu (6/5).

Selain di Sumowono, tuak-tuak basi siap oplos tersebut rencananya juga akan diedarkan di Ungaran. Saat ditangkap, Ramot juga membawa serbuk kayu rayu yang digunakan sebagai salah satu bahan pengoplos tuak tersebut.

Penangkapan diawali dari patroli petugas di daerah Sumowono. Saat patroli itu, petugas menghentikan 1 pikap warna hitam dengan nopol H 1761 UI yang mengangkut minuman 35 jeriken tuak. Setelah dikembangkan, polisi juga berhasil menyita ratusan tuak basi di rumah Ramot di Kelurahan Tambakboyo, Ambarawa. Ramot kini terancam pidana 3 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

Saat diperiksa petugas, Ramot berdalih baru 3 bulan melakukan perbuatan tersebut. Ia enggan disebut sebagai bandar miras oplosan. “Karena ini minuman nenek moyang kita bukan oplosan,” ujar Ramot saat di depan petugas. Ia juga berdalih, miras tersebut hanya bersifat sebagai penghangat tubuh saja.

“Nggak ada alkoholnya. Inikan dari nenek moyang kita juga sudah ada, dari dulu sudah ini di Sumatera, sudah tradisi,” kata Ramot yang lahir di Medan tersebut. Dikatakannya, kayu rayu yang menjadi campuran dalam pembuatan tuak ini ia dapatkan langsung dari Medan. Untuk memproduksi tuak ini, ia bekerja sama dengan para petani pengrajin gula aren di Sumowono. (ewb)