31 C
Semarang
Rabu, 2 Desember 2020

Penambang Pasir Ditemukan Tewas

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Setelah sempat tertunda selama sehari, akhirnya jenazah Slamet Nurohman, 56, warga Tegalrejo, 31/10, Tambi berhasil ditemukan Sabtu (5/5). Korban yang tertimbun longsor galian C ditemukan tim relawan gabungan dari Polres Wonosobo, Kodim, SAR dan BPBD Wonosobo pukul 13.10.

Namun, jenazah korban baru bisa dievakuasi sekitar pukul 14.00. Dengan ditemukannya Slamet, berarti semua korban yang diperkirakan tertimbun material galian C di Dusun Tegalrejo Desa Tambi telah ditemukan.

Longsor terjadi Jumat siang menimbun 2 orang. Yakni Slamet Nurohman, pemilik lokasi dan Bawon Haryadi, 57, pekerjanya. Bawon ditemukan Jumat (4/5) sore sekitar pukul 16.30 dalam keadaan tidak bernyawa. Pencarian korban sendiri terpaksa harus dilakukan dengan alat berat karena tebalnya material longsor yang hampir mencapai 15 meter.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Warasmelalui Kasat Sabhara AKP Agus Priyono yang mempimpin proses evakuasi mengungkapkan pencarian korban kedua ini dihentikan kemarin sore karena situasi yang tidak memungkinkan.

“Sekitar pukul 13.10 relawan melihat adanya bagian tubuh korban kedua. Sehingga penggunaan alat berat kami hentikan dan kami lanjutkan dengan penggalian manual untuk menghindari tubuh korban terkena alat berat tersebut,” ujarnya.

Setelah berjuang lebih dari 45 menit, jenazah korban akhirnya bisa dievakuasi. Kemudian diperiksa oleh petugas medis yang selanjutnya dikebumikan oleh pihak keluarga.

Aktivitas penambangan pasir di lokasi ini sebenarnya sudah dilarang oleh pemerintah desa. Namun larangan tidak digubris dengan alasan terdesak kebutuhan ekonomi dan lahan tersebut milik sendiri.

“Pemerintah desa sudah mengingatkan agar tidak melakukan penggalian di lokasi itu. Tapi tetap saja masih ada yang menggali pasir di sana,” tandas Kades Tambi, Tripitoyo. (ali/lis)

Berita sebelumyaCowboy dan Dia
Berita berikutnyaDewan Minta Dinas Kesehatan Peka

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...