33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

Malam Cerah, Warga Penuh Suka Cita

Nikmati Semarang Night Carnival

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Puluhan ribu pasang mata enggan beranjak dari Jalan Pemuda Kota Semarang untuk menyaksikan Internasional Semarang Night Carnival (SNC) 2018. Apalagi acara tahun ini jauh lebih meriah, karena ada empat perwakilan Negara tetangga yang turut memeriahkan acara dalam rangka HUT Semarang ke-471, Sabtu malam (5/5) kemarin.

Dini Failasufa mengaku sangat antusias dengan event SNC tahun ini. Pasalnya ada negara tetangga yang unjuk kebolehan dengan memamerkan kebudayaan asal negaranya. “Antusias banget, apalagi cuacanya cerah,” ucapnya.

Ya puncak perayaan HUT Kota Semarang tahun ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, jika tahun lalu dan dua tahun ke belakang, perayaan HUT Kota Semarang diguyur hujan, tahun ini sangat cerah. Bahkan dipayungi cahaya rembulan.

Tema SNC tahun ini, Kemilau Semarang, ada empat defile yang ditampilkan yakni Defile Asem Arang, Butterfly, Art Deco dan defile Sea yang menceritakan tentang keunikan dan keberagaman di Kota Semarang. Acara tersebut dibuka penampilan marching band dari Akpol. “Disebut Internasinal Semarang Night Carnival karena ada berbagai delegasi Negara yang turut memeriahkan acara,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dalam sambutannya.

Ada perwakilan dari negara India, Korea Selatan, Taiwan dan Senegal. Selain negara tetangga, pada tahun ini ada delegasi dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kabupaten Papua, Kota Manado, Pemalang, Jepara, Grobogan, dan Salatiga. “Ini bukan agenda Kota Semarang, melainkan agenda wisata Indonesia,” ucapnya.

International Semarang Night Carnival 2018 diselenggarakan bersamaan dengan resepsi HUT Kota Semarang ke-471. Sederetan legenda musik rock Indonesia, seperti God Bless dan Once Mekel didatangkan untuk menambah semarak perayaan ulang tahun. Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih enggan beranjak dan asyik melihat penampilan peserta SNC.

Hendi nama sapaan Wali Kota Semarang berpesan untuk menjaga ketertiban sampai akhir acara. “Pesan saya kepada masyarakat, kalau malam ini ada yang kesenggol-senggol itu biasa, namanya juga semua antusias ingin merayakan ulang tahun Semarang. Tetapi jangan dilanjut pukul-pukulan. Mari bergerak bersama menciptakan suasana yang meriah, tapi tertib,” pesannya. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Puasa Merubah Takdir Sosial Kemanusiaan

PERUBAHAN dalam hidup adalah niscaya. Yang tetap dalam kehidupan adalah perubahan itu sendiri. Namun kata perubahan sering diperlakukan secara sederhana dan tak bisa dipertanggungjawabkan....

Rp 42 M Untuk Atasi Kekeringan

SEMARANG – Pemprov sudah menetapkan darurat kekeringan di Jateng. Setidaknya, 275 kecamatan dan 1.884 desa dari 35 kabupaten/kota sudah mengalami kondisi kekeringan. Paling banyak...

Tunggakan Capai Rp 8,1 M

SEMARANG – Kesadaran perusahaan di Semarang untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan (TK) masih rendah. Bahkan sampai akhir tahun ini saja khusus di Kantor BPJS...

Tenaga Kebersihan Dibayar Rp 300 Ribu

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG –Pemkot Magelang diminta agar lebih memperhatikan tenaga sosial kebersihan hingga tingkat kampung. Pasalnya, prestasi Kota Magelang yang rutin meraih Adipura, tidak lepas...

Tak Mau Merugi, Pedagang Pasar Yaik Tolak Relokasi

SEMARANG - Ratusan pedagang Pasar Yaik Baru di kawasan Pasar Johar Semarang Tengah menggelar aksi unjuk rasa menolak relokasi di kawasan Masjid Agung Jawa...

Penanganan Penipuan Umrah Lamban

SEMARANG - Kasus pelaporan dugaan penipuan uang milik jamaah umroh melalui biro travel Rihlah Alatas Wisata (RAW) belum ada kejelasan. Kepolisian belum menetapkan Eko...