Gerindra Nilai Polisi Over Acting

297
BERLEBIHAN: Sejumlah personel Brimob bersenjata laras panjang saat mendatangi kantor DPD Partai Gerindra Jateng, kemarin. (ISTIMEWA)
BERLEBIHAN: Sejumlah personel Brimob bersenjata laras panjang saat mendatangi kantor DPD Partai Gerindra Jateng, kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPD Gerindra Jateng menyayangkan aksi polisi berseragam Brimob yang dinilai terlalu over acting. Sebab, dalam dua hari terakhir sejumlah personel Brimob datang dengan senjata laras panjang. Jumat (4/5) sejumlah personel mendatangi kantor DPC Gerindra Kota Semarang dan Sabtu (5/5) kemarin, giliran Kantor DPD Gerindra yang didatangi personel bersenjata laras panjang.

“Masak dua hari mereka (Brimob, red) datang dengan senjata laras panjang. Terus terang ini membuat kami tidak nyaman,” kata Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro.

Ia mengatakan pihaknya tidak alergi dengan kehadiran aparat di kantor Gerindra. Karena selama ini, memang sering menerima tamu termasuk polisi. Bahkan setiap ada kegiatan yang menghadirkan massa, selalu memberitahukan ke polisi. Tapi dengan kedatangam polisi bersenjata laras panjang secara tiba-tiba dan tanpa ada sebab yang jelas mengesankan ada masalah di partainya. “Jadi seperti memburu teroris saja. Tiba-tiba ada polisi dengan senjata laras panjang,” ujarnya.

Sriyanto yang juga anggota Komisi A DPRD Jateng ini mempertanyakan SOP pihak aparat terkait dengan pengamanan jelang Pilgub 2018 ini. “Ketika itu, berupa patroli rutin demi keamanan, apakah personel dilengapi surat tugas dan apakah harus bersenjata laras panjang seperti itu? Ini over acting,” tandasnya.

Dengan cara tersebut, kata Sriyanto, justru mengesankan suasana mencekam jelang Pilgub. Padahal sejatinya kondusif alias adem ayem. “Pertanyaannya apakah semua kantor partai diperlakukan sama? Kalaupun iya, menurutnya cara tersebut tidak tepat,” tambahnya.

Sriyanto menambahkan, kabar jika Minggu (6/5) hari ini akan ada pengerahan massa di Car Free Day (CFD) sekitar Simpanglima Semarang dengan mengenakan kaos #2019 Ganti Presisen, apa lantas membuat sejumlah DPC, bahkan DPC Gerindra di Jateng didatangi aparat bersenjata laras panjang? Bahkan beredar WA berantai seolah Pak Prabowo akan hadir.

Ia memastikan jika kabar tersebut hoax. Karena Gerindra tidak mengadakan kegiatan tersebut. Terlebih Pak Prabowo masih di Pasuruan Jatim dalam acara apel laskar dalam rangkaian Prabowo Menyapa Warga Jatim, Minggu (6/5). “Kami tidak menginstruksikan kegiatan CFD, karena Jateng masih fokus pemenangan Sudirman-Ida dalam Pilgub 2018,” tambahnya.

Sriyanto meminta aparat profesional dan netral di tahun politik ini dan tidak menjadi alat politik pihak-pihak tertentu. “Semua harus menjunjung tinggi demokrasi di Indonesia. Harus menjaga keutuhan dan persatuan NKRI,” tandasnya. (fth/ida)