Dipenuhi Merah Muda PKH Kecamatan Grabag

545
SEMANGAT : Ribuan warga memadati halaman kantor Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang sebelum mengikuti jalan santai PKH Grabag, Sabtu (5/5). (IMA CHAFID/RADAR KEDU)
SEMANGAT : Ribuan warga memadati halaman kantor Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang sebelum mengikuti jalan santai PKH Grabag, Sabtu (5/5). (IMA CHAFID/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID–Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, Sabtu (5/5) kemarin, menggelar jalan santai dalam rangka memperingati Hari Kartini. Halaman kantor Kecamatan Grabag berubah menjadi merah muda. Lantaran dipadati ribuan masyarakat setempat, berkostum kaus merah muda mengikuti jalan santai dan senam aerobik.

Meski sudah lewat bulan April, tetapi semangat keluarga besar PKH Kecamatan Grabag tidak surut. Ini terbukti dengan 3.700 peserta jalan santai yang sebagian besar adalah keluarga penerima manfaat (KPM).

Camat Grabag, Labbaika Nugroho saat membuka acara, meminta keluarga PKH bisa amanah dan menggunakan bantuan sesuai dengan arahan pembimbing PKH. Acara dihadiri Muspika Grabag, ketua PPK Kecamatan Grabag, Panwaslu Grabag dan kepala puskesmas setempat.

Ketua panitia pelaksana jalan santai, Asnawi berharap keluarga penerima bantuan PKH bisa menjadi keluarga yang mandiri dan sejahtera. “Tak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para sponsor yang telah memberikan support pada acara ini. Juga pada tamu undangan dan seluruh keluarga besar PKH Kecamatan Grabag,” kata Asnawi.

Berbagai hadiah disediakan untuk peserta yang beruntung. Yakni 3 unit kulkas, 3 mesin cuci, 9 kompor gas, 1 sepeda  dan 1 unit televisi  20 inch serta banyak lainnya.

Pada kesempatan tersebut, sejumlah keluarga PKH menjajakan produknya dengan membuka stan didampingi petugas dari PKH. Winarti warga Kenerang, Pucungsari Kecamatan Grabag mengaku sangat terbantu dengan bantuan dari PKH.

Menurutnya, setiap bulan ada pertemuan dengan pembimbing PKH, yang selalu menanyakan perkembangan keluarga. “Baik itu tentang kegiatansekolah anak, kesehatan, persoalan-persoalan pada usaha keluarga kami,” cerita Winarti yang memiliki usaha kerajinan keranjang dan tas belanja dari anyaman dari plastik itu. (ima/lis)