Asyiknya Menyusuri Sungai Blandon dengan Kasur Angin

1287
MAGNET WISATA: Pengunjung tengah asyik berswafoto dan menikmati pemandangan di sekitar aliran Sungai Blandon, yang berada di Desa Purworkerto, Kecamatan Brangsong. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAGNET WISATA: Pengunjung tengah asyik berswafoto dan menikmati pemandangan di sekitar aliran Sungai Blandon, yang berada di Desa Purworkerto, Kecamatan Brangsong. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Hamparan sawah yang hijau dan rimbunnya pohon trembesi yang berdiri di bantaran Sungai Blandon mampu mengusir suhu panas siang itu. Ya, beberapa tahun terakhir, aliran Sungai Blandon yang berada di Dusun Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, ramai dikunjungi wisatawan lokal maupaun luar daerah.

Aliran sungai yang bersih dan panorama alam di sekitar sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang doyan swafoto. Dulu sungai tersebut hanya berfungsi sebagai irigasi. Namun, Bupati Kendal, Mirna Annisa, melihat potensi wisata di Sunga Blandon. Hingga akhirnya ia memoles kawasan tersebut agar lebih instagramable.

Wisata ini memang cocok bagi kalian yang menginginkan suasana pedesaan yang asri. Selain menawarkan pemandangan, pengunjung juga bisa menyusuri aliran Sungai Blandon sepanjang 600 meter dengan kasur angin atau perahu karet.

Selain itu sungai dengan lebar delapan meter ini aliran airnya juga tak begitu deras. Malah sebaliknya landai sehingga cocok untuk dijadikan wisata keluarga.

Lokasi wisata ini bisa diakses dari jalan pantura ke arah timur (Kendal-Semarang), tepatnya di Kecamatan Brangsong. Dari Polsek Brangsong ke arah timur, masuk ke jalan Desa Purwokerto sekitar 3 kilometer akan sampai ke wisata Rawa maupun Sungai Blandon.

Meski baru dikembangkan oleh Kelompok masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis), wisata ini sudah terlihat profesional. Ada sejumlah tenaga ahli yang berjaga di lokasi untuk penyelamatan apabila ada pengunjung yang tercebur.

Tak cukup dengan menikmati pemandangan atau tidur di atas kasur angin yang mengapung di air. Wisata ini juga menawarkan kuliner khas Kendal. Di sepanjang tepi sungai warga sekitar menjajakkan makanan khas Kendal untuk menemani wisata. Beberapa kuliner yang pasti adalah sate keyong, pecel semanggi, mangut lele, dan jajanan khas lainya.

Di sekitar lokasi kini juga telah dibuka rumah makan dengan konsep pemancingan. Hasil tangkapan ikannya bisa dibawa pulang atau dimasak di tempat.

“Berbagai fasilitas wisata Rawa Blandon ini  bisa dinikmati pengunjung dengan tiket masuk Rp 2.000 saja,” kata Koordinator Pokdarwis Rawa Blandon, Syarif Hidayatullah.

Diakuinya, ide awal membuka wisata ini justru bukan dari warga. Melainkan Bupati Kendal, Mirna Annisa yang kala itu mengunjungi Desa Purwokerto. Saat melihat lokasi, Bupati Mirna langsung meminta agar sungai irigasi itu dijadikan wisata.

“Awalnya kami ragu. Tapi setelah diyakinkan kami jadi berani. Malah kini desa ini jadi terkenal. Dari awalnya tidak ada yang mengenal tempat ini, tapi kini orang dari berbagai daerah mulai banyak yang berdatangan,” tuturnya.

Kepala Desa Purwokerto, Prasetyo mengatakan saluran irigasi ini dulu hanya memiliki lebar tiga meter. “Kemudian oleh desa dilebarkan menjadi delapan meter dan ditanami pohon tremmbesi dan akasia di kanan kiri sungai,” katanya.

Sementara jika ingin menaiki kasur angin, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 10 ribu per orang dan naik rakit Rp 10 ribu. “Setelah ada pemancingan ini wisata jadi tambah ramai, karena pengunjung bisa memancing ikan sepuasnya. Mulai dari nila, bawal, lele, dan sebagainya,” katanya. (bud/zal)