Oleh: Pudiono S.Pd
Oleh: Pudiono S.Pd

RADARSEMARANG.COM – DUNIA kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill. Tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya.

Penelitian di Harvard University Amerika Serikat mengungkap bahwa kesuksesan seseorang, tidak hanya ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. Tapi juga kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill).

Nah, pendidikan di SMK, rata-rata baru mendidik anak hanya pada aspek memiliki keterampilan teknik saja. Sehingga ketika ada tes rekrutmen karyawan, materi tesnya tidak mengacu pada keterampilan teknik. Melainkan keterampilan nonteknik yang kerap disebut dengan soft skill. Akibatnya, ketika anak ikut tes, hanya asal saja. Apalagi ketika tes wawancara, anak belum bisa menempatkan diri dengan baik. Juga belum bisa berkomunikasi dengan baik.

Ini realita bahwa pendidikan di Indonesia memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan keterampilan teknik/hard skill. Bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Lalu, seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?

Soft skill merupakan keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain maupun dirinya sendiri. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi lulusan berbasis soft skill sangat dibutuhkan. Jika hal ini tercapai, maka kebutuhan para pengguna lulusan SMK di dunia kerja yang berorientasi produktivitas tinggi akan terpenuhi.

Selain itu, perbaikan karakter bangsa melalui profesionalisme di segala bidang bisa terpenuhi. Dengan demikian, bisa meningkatkan kesiapan kita dalam menghadapi persaingan di pasar bebas. Hal ini bisa dicapai dengan pengaplikasian soft skill ke dalam pembelajaran praktik maupun teori.

Menurut beberapa penelitian, baik di dalam maupun di luar negeri, diperoleh fakta bahwa untuk meraih suatu kesuksesan ada karakter khusus (soft skill) yang harus dikuasai. Beberapa di antaranya, mampu bekerja sama, motivasi kerja yang tinggi, bertanggung jawab, dapat mengatasi masalah dengan baik, jujur, memiliki kepercayaan diri, keterampilan berkomunikasi dan lain-lain. (*/isk)

SMK 1 Windusari, Magelang

Koreksi

Pada artikel untukmu guruku edisi Jumat, 3 Mei 2018 berjudul Kinerja SMK dalam Menyiapkan Tamatan Siap Kerja, tertulis oleh Samsiyah S.Pd, M.Pd. Yang benar adalah Samsiyah, S.Pd. Demikian koreksi atas kekeliruan penulisan gelar. (*)