Leaflet Untuk Mengembangkan Kemampuan Dialog

172
Oleh: Dra  Diana Farida  MPd
Oleh: Dra  Diana Farida  MPd

RADARSEMARANG.COM – BERBICARA merupakan salah satu keterampilan penting yang harus dikuasai siswa dalam mempelajari bahasa Inggris. Dengan berbicara, siswa berkesempatan untuk mengungkapkan ide, pikiran dan pendapat mereka. Salah satu kendala siswa untuk menguasai keterampilan berbicara adalah minimnya ide dan kosa kata yang harus diungkapkan. Untuk mengatasi kendala tersebut guru dapat  menggunakan media. Berbagai media digunakan di kelas untuk tujuan tersebut diantaranya buku, poster, film, foto, gambar, grafik dan lain-lain.

Salah satu media bergambar yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara adalah leaflet.  Leaftet dengan berbagai tampilan objek warna warni dapat menguntungkan siswa, diantaranya untuk  menarik perhatian dan konsentrasi siswa agar fokus pada materi pelajaran yang tengah dipelajari, kemudian untuk memperkaya kosa kata dan memperdalam penguasaan grammar tertentu. Misalnya, melihat gambar anggur, siswa bukan hanya dapat menulis grapes tetapi  bisa menyusun frasa a bunch of green grapes. Kemudian melihat sepatu, siswa bisa menyusun frasa a pair of black leather shoes. Melihat biskuit, siswa bisa menyusun frasa a packet of coconut biscuits. Selain itu juga untuk meningkatkan kreativitas dan kognisi dalam penguasaan materi ajar tertentu.

Penggunaan media gambar dalam leaflet dapat memegang peran penting dalam proses pembelajaran.

Melihat gambar-gambar tersebut siswa dapat memperdalam pemahaman atas materi ajar yang dipelajari. Arsyad (2013) menyatakan media pembelajaran paling besar pengaruhnya bagi indera dan lebih dapat menjamin pemahaman … orang yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan yang mereka lihat. Belajar materi ajar dengan indera penglihatan memungkinkan siswa dapat menyimpan pemahaman materi tersebut lebih lama dalam memori mereka.

Setelah siswa belajar memperkaya kosa kata dan memperdalam penguasaan grammar tertentu dengan menyusun berbagai frasa berdasarkan gambar dalam leaflet, mereka dapat belajar menyusun teks dialog yang bermakna.

Dengan leaflet, siswa bisa mendapatkan banyak ide untuk menyusun dialog berbelanja. Agar keterampilan berdialog siswa dapat berkembang lebih optimal, leaflet digunakan dengan konteks bukan untuk belanja di pasar modern tetapi di pasar tradisional sehingga proses tawar menawar bisa berlangsung. Berbagai kompetensi dapat dipraktikan bila konteks tersebut digunakan, diantaranya: meminta dan memberi informasi, menawar barang, menolak tawaran dan menyetujui tawaran.  Misalnya, didalam leaflet terdapat gambar kemeja, harga semula Rp 225.000, didiskon menjadi Rp 175.000. Maka contoh dialog yang didapat disusun adalah:  Adi: Look mom, this long sleeve shirt is so nice. Can I have it, please? Mother: Sure. How much is this? Seller                : It’s two hundred and twenty five thousand rupiahs. Mother: Can I have it for one hundred and seventy five thousand rupiahs, please? Seller : Sorry, ma’am. It’s a fixed price. Mother          : Alright. I’ll take it. Dialog tersebut merupakan satu contoh dialog yang disusun  dari satu gambar kemeja.

Padahal, dalam leaflet terdapat puluhan gambar yang disertai harga penawaran dan harga diskon.

Dari satu lembar leaflet  siswa bisa menyusun beragam frasa dan dialog dengan menggunakan berbagai pola grammar.

Leaflet tidak saja mudah didapat secara cuma-cuma, tetapi juga bisa menjadi sumber ide dan kreativitas untuk meningkatkan kemampuan siswa menyusun teks dialog. Dengan  media yang tepat, belajar keterampilan berdialog bukan lagi menjadi hal yang sulit dilakukan siswa, tetapi menjadi kegiatan belajar yang menyenangkan dan bermakna. (tj3/2/zal)

Guru SMP Negeri 3 Semarang