HEMAT ENERGI : Sejumlah direksi PT Phapros, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta perwakilan GIZ mengecek pengoperasian green chiller. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
HEMAT ENERGI : Sejumlah direksi PT Phapros, perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta perwakilan GIZ mengecek pengoperasian green chiller. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–PT Phapros Tbk yang merupakan anak usaha dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) mulai menggunakan green chiller sebagai sistem pendingin berbasis hidrokarbon ramah lingkungan. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk komitmen dalam melakukan efisiensi energi.

“Salah satu manfaat instalasi chiller hidrokarbon ini, dapat menghemat tagihan listrik hingga 20 persen atau hampir Rp 500 juta dari sistem pendingin yang saat ini digunakan,” ujar Direktur Utama PT hapros, Barokah Sri Utami, kemarin.

Efisiensi energi ini berdampak pada penurunan harga jual produk, meski tidak terlalu signifikan. Yaitu sekitar 5 persen. “Untuk penurunan harga jual memang tidak terlalu besar, karena produk tergantung dengan harga bahan baku. Namun yang lebih utama adalah komitmen kami dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Dalam implementasi green chiller lokal berbasis hidrokarbon ini, pihaknya turut serta menggandeng Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana mengatakan, hal yang menarik dalam pengembangan refrigeran hidrokarbon adalah dari sisi masalah lingkungan.

Menurutnya, ada tigal hal yang menjadi daya tarik dalam mengembangkan sistem tersebut. Pertama dari ketersediaan bahan baku, kedua dari sisi lingkungan. Dimana dulu digunakan freon yang tidak ramah lingkungan, kemudian diganti dengan hidrokarbon yang lebih natural. Ketiga, industri dalam negeri juga sudah bisa memproduksinya. “Kalau ini dikembangkan, maka akan menciptakan lapangan kerja baru dan pada saatnya akan meningkatkan perekonomian nasional,” ujarnya. (dna/ida)