Bupati Gandeng Dewan Air Belanda

378
TANGANI BANJIR ROB : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi foto bersama dengan anggota Dutch Water Authority dari Rotterdam, Belanda. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
TANGANI BANJIR ROB : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi foto bersama dengan anggota Dutch Water Authority dari Rotterdam, Belanda. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bekerjasama dengan Dewan Air Belanda (Dutch Water Authority), Rotterdam, untuk penanganan rob.

Para ahli teknik dari Dutch Water Authority Belanda sejak Kamis (3/5) kemarin, sudah berada di Kabupaten Pekalongan. Mereka akan melakukan rekayasa teknik dan rekayasa sosial, terkait pembangunan dan pengelolaan tanggul rob.

Diketahui, saat ini Pemkab Pekalongan sedang membangun tanggul yang melintang dari Sungai Sipait Sragi hingga Kota Pekalongan, dengan panjang mencapai 6 kilometer. Anggaranny dibantu oleh Pemerintah Pusat sebesar Rp 500 miliar.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, menyampaikan bahwa pihaknya sudah membuat roadmap penanganan banjir rob. Pertama, dengan membangun tanggul melintang di Desa Mulyorejo. Fungsinya mengurangi permasalahan banjir rob yang ada di tiga desa, yakni Desa Mulyorejo, Tegaldowo, Karangjompo. Semuanya di wilayah Kecamatan Tirto.

Kedua, tanggul melintang yang akan dibangun Balai Besar Wilyah Sungai (BBWS). Ketiga menyiapkan sistem drainase lingkungan yang terhubung dengan sistem tanggul BBWS.

”Kita bekerjasama Dewan Air Belanda karena mereka sangat berpengalaman dan profesional. Kita juga berencana akan mengirimkan PNS untuk belajar ke Dewan Air Belanda di Rotterdam Belanda,” ungkap bupati saat menghadiri welcome dinner menyambut tamu dari Dutch Water Authority, Rotterdam, kemarin.

Sementara itu, kepala rombongan Dutch Water Authority, Fer Kalis yang hadir bersama  Johan Boersma, Joop, Sisca Liem menyampaikan rasa senang dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan bisa menjadi pondasi yang baik untuk menangani rob secara bersama-sama.

“Kami akan melakukakan kegiatan workshop penanganan banjir rob pada tanggal 2 dan 3 Mei.  Kami akan berbagi pengetahuan dan pengalaman, karena kami mempunyai pengalaman ratusan tahun dalam menangani air pasang,” jelas Fer Kalis. (thd/zal)