INOVATIF: Mirna Suryaningtyas dan Fika Firmaningsih menunjukkan es krim dari bunga mawar. (ISTIMEWA)
INOVATIF: Mirna Suryaningtyas dan Fika Firmaningsih menunjukkan es krim dari bunga mawar. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – Dua mahasiswi S1 Pendidikan Biologi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) ini cukup inovatif. Keduanya mengolah bunga mawar menjadi es krim. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

BUNGA mawar biasanya hanya digunakan untuk karangan bunga ataupun buket. Setelah layu mawar wangi nan cantik tersebut terpaksa dibuang. Dua mahasiswi Pendidikan Biologi UPGRIS, Mirna Suryaningtyas dan Fika Firmaningsih, mencoba berinovasi agar mawar bisa memiliki nilai jual lain.

Banyak masyarakat yang tidak tahu, bunga mawar ternyata bisa juga dikonsumsi. Menurut penelitian, mawar termasuk edible flowers,  yakni jenis bunga yang bisa dimakan langsung maupun diolah terlebih dahulu.

“Dalam penelitian ini, kami menggunakan mawar sebagai salah satu bahan pembuatan es krim,” kata Mirna saat ditemui dalam Biology Fair 2018 yang digelar HIMA Prodi Pendidikan Biologi UPGRIS di Balairung Kampus I Sidodadi, Semarang, kemarin.

Dalam membuat es krim mawar, menurut Mirna, bisa dibilang cukup mudah. Pertama adalah bersihkan bunga mawar secukupnya dengan menggunakan air mengalir, kemudian bunga direndam selama satu minggu.

Setelah itu disaring, di sini air rendaman bunga yang dimanfaarkan untuk membuat es krim. “Bisa juga dengan cara lain, yakni  bunga mawar tersebut diblender hingga lembut, kemudian diperas dan disaring. Air pati mawar ini yang digunakan,” jelasnya.

Setelah didapatkan sari atau air pati mawar,  kemudian dicampur dengan bahan lainnya. Perbandingannya adalah air mawar sebanyak 150 mililiter, kemudian dicampur dengan 85 gram bahan es krim. “Selanjutnya, prosesnya sama dengan membuat es krim pada umumnya. Hasilnya, es krim dengan aroma bunga mawar, ” katanya.

Agar aroma mawar bisa keluar, tambah Fika, ia memilih menggunakan bahan es krim dengan rasa vanila. Hasilnya aroma dari sari mawar dan vanila akan menyatu dan rasanya pun semakin nikmat.

Ia mengaku, sebelum dipamerkan keduanya sudah melakukan uji coba kepada beberapa mahasiswa. Hasilnya es krim mawar tersebut banyak disukai. “Sudah kami uji coba, banyak yang suka. Mudah-mudahan ini bisa kami kembangkan menjadi skala usaha,” tandasnya.

Kaprodi Pendidikan Biologi FPMIPATI UPGRIS, Prasestyo SPd MPd, menuturkan, dalam pameran tersebut berbagai bidang produk hasil penelitian mahasiswa dipamerkan. Seperti bidang pangan, kesehatan, lingkungan, dan pendidikan. “Kami mendorong mahasiswa untuk melakukan inovasi. Tujuannya, agar bisa menemukan penemuan yang tepat guna dan bisa mengangkat perkonomian,” katanya.

Selain sebagai ajang mengekspresikan diri, kata dia, kegiatan Biology Fair juga menjadi wadah bagi mahasiswa menampilkan produk-produknya dari hasil perkuliahan yang mereka tempuh pada semester genap.

“Tujuan acara ini sendiri adalah untuk mencapai profil lulusan dari Prodi Pendidikan Biologi, yakni sebagai pendidik biologi, pelaku wirausaha dalam bidang media dan sumber belajar, serta menjadi pelaku wirausaha dalam bidang bioteknologi, khususnya kultur jaringan dan holtikultura,” harapnya. (*/aro)