SELESAIKAN SOAL :  Peserta UNSD di SD Negeri 1 Gejlik, Kecamatan Kajen, berusaha menuntaskan soal. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
SELESAIKAN SOAL :  Peserta UNSD di SD Negeri 1 Gejlik, Kecamatan Kajen, berusaha menuntaskan soal. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Memastikan Ujian Nasional Sekolah Dasar (UNSD) berjalan lancar, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Kamis (3/5) kemarin, meninjau sejumlah SD, diantaranya SD N 1 Gejik, Kecamatan Kajen. Selain itu, bupati juga menyosialisasikan program pendidikan Zero Drop Out (DO).

Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan memberikan perhatian khusus pada bidang pendidikan, yakni dengan melakukan gerakan zero drop out pada anak sekolah, terutama pada anak Sekolah Dasar (SD). Mengingat angka DO pada SD masih cukup tinggi yakni 0,16 persen dari jumlah siswa SD yang aktif.

Menurutnya untuk menekan angka DO dan menjadikannya menjadi zero DO, Pemkab sudah membuat peta permasalahan pada setiap kecamatan hingga tingkat desa, untuk menyisir dan mendata siswa SD yang DO. Pemkab juga akan memberikan solusi dan strategi agar anak tetap sekolah dan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

“Seperti di daerah pesisir, banyaknya siswa SD DO itu karena ikut bekerja melaut, yang diajak oleh saudaranya atau membantu orang tua. Mulai tahun 2018 ini, hal itu tidak boleh terjadi lagi. Anak usia sekolah harus berada di sekolah, para nahkoda tidak boleh memperkerjakan anak usia sekolah,” tegas bupati.

Bupati mengatakan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah menerapkan sekolah ramah anak. Seperti tidak adanya bullying atau mengejek di sekolah.

“Sekolah ramah anak juga kita terapkan untuk membentuk karakter anak didik lebih baik dan mulia,” kata Asip.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, menegaskan, aksi yang telah dilakukan untuk membuat zero DO, tim dari Dikbud sudah membuat data dan melakukan verifikasi anak sekolah, baik SD maupun SMP.

“Zero DO ini tanggung jawab kita semua, agar anak-anak generasi bangsa ini ke depan tidak ada lagi yang putus sekolah dan bisa sekolah setinggi-tingginya,” tegas Sumarwati. (thd/zal)