Swalayan Roma Terbakar

379
DIDUGA KORSLETING : Mobil pemadam kebakaran Kota Salatiga saat berusaha memadamkan api yang mebakar lantai 4 swalayan Roma, Rabu (2/5) malam. (IST)
DIDUGA KORSLETING : Mobil pemadam kebakaran Kota Salatiga saat berusaha memadamkan api yang mebakar lantai 4 swalayan Roma, Rabu (2/5) malam. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Empat toko plastik yang berada di lantai 2 Pasaraya I Jalan Jenderal Sudirman Salatiga ludes terbakar, Kamis (3/5) pagi. Diduga kebakaran ini disebabkan hubungan pendek arus listrik (korsleting). Kebakaran juga menimpa gudang toko swalayan modern ‘Roma’ yang lokasinya berjarak 100 meter, pada Rabu (2/5) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua peristiwa kebakaran dalam waktu tidak lebih dari 12 jam ini terjadi di pusat Kota Salatiga dan mengagetkan warga. Jalan utama pusat kota macet lantaran dipenuhi warga yang melihat peristiwa kebakaran tersebut.

Kebakaran di kompleks Pasaraya I Salatiga pertama kali diketahui oleh Harmadi, 45, seorang tukang parkir di depan Pasaraya I Salatiga. “Ada kepulan asap keluar dari beberapa toko di lantai 2,” kata Harmadi.

Karena kejadiannya sekitar pukul 08.00, warga langsung melaporkan kejadian ini ke petugas kepolisian dan Pemadam Kebakaran Kota Salatiga sehingga api bisa segera dipadamkan,.

Sementara kebakaran yang menghanguskan swalayan Roma juga menghebohkan warga. Api yang membara di lantai 4 bangunan tersebut terlihat jelas dari berbagai arah. Beruntung, api berhasil dikendalikan dan akhirnya padam 2 jam setelah kejadian.

Bangunan yang terbakar merupakan bagian gudang dari swalayan tersebut. Kebakaran cukup cepat terjadi karena berisi kardus dan barang – barang yang akan dikembalikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian di swalayan Roma berawal saat Anton Pratama dan Budi Prasetyo, keduanya karyawan swalayan tersebut, naik ke gudang di lantai 4 menggunakan lift untuk menata kardus. Sampai petang, Anton kemudian meninggalkan gudang dan mematikan saklar lampu.

Diduga saklar inilah yang memicu percikan api. Posisi saklar yang mengeluarkan percikan api pada saat dimatikan berdekatan dengan rak kayu yang berisi lampu bekas, mainan anak dan kardus.

Malam harinya sekitar pukul 19.00, Anton mendengar suara gemuruh di lantai 4. Saat dicek, ternyata api telah berkobar di gudang kardus. Dibantu para karyawan, Anton berusaha memadamkan api menggunakan air yang ada di penampungan. Namun karena api terus membesar, akhirnya kejadian dilaporkan ke pemadam kebakaran.

Dua unit mobil pemadam kebakaran yang datang kemudian berhasil memadamkan api sekitar pukul 20.00 WIB. Usai padam, polisi melakukan olah TKP dan juga memasang garis polisi di lokasi kebakaran. (sas/ton)