Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh Yth Bapak DR KH Ahmad Izzuddin MAg di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati dan saya takdzimkan. Saya ingin bertanya, bagaimanakah cara untuk meminta maaf kepada orang yang telah meninggal? Mohon jawaban dan penjelasannya. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Rizki Ainul Fahad, 085643975xxx di Semarang

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarokatuh Bapak Rizki Ainul Fahad di Semarang yang saya hormati dan semoga selalu mendapat rahmat dari Allah SWT. Terima kasih atas pertanyaannya.

Dalam bermasyarakat memang kita tidak bisa terlepas dari konflik. Ada yang secara langsung, ada pula yang secara tidak langsung tanpa kita sadari. Kemudian jika manusia telah meninggal, ada hak adami bagi mayit yang harus dipenuhi. Jika terdapat kesalahan, maka mintailah maaf. Jika terdapat piutang, maka selesaikanlah kepada ahli warisnya.

Dari uraian di atas, maka meminta maaf kepada orang yang sudah meninggal dapat dilakukan dengan dua cara. Jika berkaitan dengan harta, maka caranya dengan mengembalikannya pada ahli waris. Jika tidak menemukan ahli waris, maka cukup menyedekahkan harta tersebut kepada fakir miskin atas nama orang yang sudah meninggal tersebut dan janji akan mengembalikan kepada ahli waris jika sudah ketemu. Atau boleh jadi, jika memang tidak bisa mengembalikan karena kepayahan dan kesusahan diri sendiri, mintalah kehalalan dari ahli warisnya jika memang tidak mampu melunasi utang.

Akan tetapi jika tidak berkaitan dengan harta, seperti menggunjing, menghasut, mendengki atau semacamnya, maka cukup mendoakan orang yang sudah meninggal. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW, “Sesungguhnya termasuk kafarat (pelebur dosa), ghibah (menggunjing) adalah engkau memohonkan ampunan untuk orang yang telah kau gunjing dengan doa: Ya Allah semoga engkau mengampuni kami dan ia.” (HR. Hakim)

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*)