33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Jadi Ajang Sharing, Hingga Urusi Sertifikasi Pemandu Karaoke

Lebih dekat dengan Paguyuban Entertainment Semarang (Pagersemar)

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Pelaku hiburan di Kota Semarang kini punya wadah sharing, saling tukar informasi sekaligus menyebar promosi. Namanya Paguyuban Entertainment Semarang (Pagersemar). Lewat paguyuban ini, para pengusaha bisa lebih leluasa menghidupkan dunia hiburan.

AJIE MAHENDRA

PAGERSEMAR bisa dibilang lahir tidak sengaja. Berawal dari suka nongkrong bareng beberapa manager karaoke dan spa, akhirnya tercetus untuk membuat paguyuban yang mampu menaungi seluruh hiburan di Kota Semarang. Mulai dari karaoke keluarga, karaoke eksekutif, spa, massage, kafe, lounge, dan lainnya.

Ketua Pagersemar, Fic Indarto, bercerita, ide membuat paguyuban ini awalnya sekadar wacana saja. Ternyata malah ditanggapi serius oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang. Justru malah didorong untuk segera merealisasikannya.

Merasa mendapat angin segar, Indarto segera mengumpulkan kenalannya yang bekerja di dunia entertainment. Setelah terkumpul 14 orang, mereka langsung menghadap Disbudpar. “Kami diundang untuk kumpul di kantor Disbudpar. Dimulai dari membuat grup WA. Isinya ya hanya 14 orang itu. Lama-kelamaan, nular. Teman-teman hiburan mulai dimasukkan grup,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dari obrolan di grup, mereka sepakat untuk membahas lebih dalam mengenai pergerakan Pagersemar. Mereka pun berkumpul kembali untuk membicarakannya. Termasuk menyusun visi-misi, tujuan, anggaran dasar rumah tangga (ADRT), dan keperluan lain untuk membentuk paguyuban.

“Akhirnya dibentuk tim pembentukan paguyuban. Hanya ada lima orang. Saya, mewakili karaoke keluarga, Anggi Maronta mewakili karaoke eksekutif. Teguh Wicaksono yang mewakili massa, Ujuk Sutardi mewakili spa. Untung  Prawiro mewakili biliar,” terangnya.

Tim tersebut dibantu Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang untuk menyiapkan kelahiran Pagersemar. Akhirnya, pada 23 April 2017, paguyuban itu resmi terbentuk. “Prosesnya memang lama banget. Soalnya teman-teman dari hiburan ini jarang ngobrol serius. Kalau kumpul banyak guyonnya ketimbang seriusnya. Ini yang membuat jadinya lama. Kami juga sempat cari masukan dari Paguyuban Karaoke Bandungan,” bebernya.

Dijelaskan, anggota paguyuban ini bukan atas nama perseorangan, tapi tempat usaha. Diwakili manager, pengelola, admin, marketing, atau apapun yang dianggap pihak perusahaan bisa mengambil keputusan.

Sayang, syarat itu justru menjadi kendala dalam menentukan struktur organisasi. Sebab, di dunia hiburan, SDM-nya jarang ada yang awet. Satu dua tahun, selalu ada punggawa yang pindah. “Misalnya si A dari karaoke Z pindah ke karaoke R. Ada juaga yang dari karaoke pindah ke spa, atau lounge,” katanya.

Syarat lain, lanjutnya, tempat hiburannya harus sudah memiliki izin.“Dan yang paling penting, owner harus tahu dan setuju kalau tempat usahanya diikutkan paguyuban. Jadi, nanti sama-sama enak,” terangnya.

Sekarang paguyuban yang dihuni 70 orang ini selalu menggelar pertemuan saban bulan. Mereka membahas mengenai program-program yang berimbas pada tempat usaha. Membuat katalog diskon, misalnya. Pagersemar juga sudah punya aplikasi terkait dunia entertainment di Semarang. Aplikasi itu bisa diunduh lewat Playstore secara gratis.

Pagersemar juga menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi Gunadharma untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Memberikan sertifikasi kepada food and baverage servis atau mengirim manager karaoke untuk menjadi assessor pemandu karaoke (PK). “Pemandu karaoke itu kan profesi yang diakui Kementerian Pariwisata. Jadi, tidak ada salahnya jika mereka disertifikasi agar lebih profesional dalam melayani tamu,” terangnya.

Selain itu, mereka juga menggandeng Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) untuk mengecek secara rutin HIV/AIDS. “Katanya, karaoke itu salah satu penyebar virus HIV/ADIS, makanya kami menggandeng KPA untuk mengecek secara rutin,” jelasnya.

Tak melulu menggarap faktor internal saja, Pagersemar juga selalu berkomunikasi dengan pemerintah. Terutama untuk menentukan kebijakan dan arah perkembangan dunia hiburan di Semarang. “Disbudpar jadi mudah untuk mengorganisir teman-teman hiburan. Seperti kebijakan jam operasional saat puasa nanti,” katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jalur Gunung Prau Ditutup

WONOSOBO–Jenazah tiga pendaki yang tersambar petir di Gunung Prau, kawasan dataran tinggi Dieng, Minggu (23/4) tengah malam, langsung dikirim ke keluarga korban di Jakarta....

UMK Diusulkan Naik Rp 126.100

KEBUMEN—Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kebumen tahun 2018, diusulkan naik 8,79 persen dari UMK tahun 2017. Atau, terjadi kenaikan sekitar Rp 126.100. UMK 2018 diusulkan...

Penerimaan Pajak Baru 67,4 Persen

SEMARANG – Penerimaan pajak dalam wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I hingga 26 November lalu mencapai Rp 20,9 triliun. Jumlah tersebut 67,4...

Penyebar Hoax Catut Nama Hotman Paris soal Tanah Prabowo

JawaPos.com - Debat publik calon presiden (capres) pada Minggu, 17 Februari 2019, terus menjadi pembicaraan di media sosial. Tema paling seru, tentu saja pernyataan...

Bisa Tetap Eksis, Butuh Modal Besar

PATAH tumbuh hilang. Peribahasa itu sangat tepat digunakan untuk menggambarkan perkembangan rental studio musik di Kota Semarang. Meski banyak yang sudah tutup, namun banyak...

Warga Tandang Tunjukkan Kreasi Busana Adat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kemeriahan HUT RI ke-73 di RW IV Rogojembangan Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, berlangsung meriah. Warga unjuk kreasi busana adat Bhinneka Tunggal...