BERI PELATIHAN: Asisten I Sekda Batang Retno Dwi Irianto memberikan pelatihan kepada puluhan peserta pelatihan dokumenter benda cagar budaya di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERI PELATIHAN: Asisten I Sekda Batang Retno Dwi Irianto memberikan pelatihan kepada puluhan peserta pelatihan dokumenter benda cagar budaya di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang gencar melakukan gerakan dokumentasi cagar budaya. Hal ini dilakukan guna lebih mengenalkan wilayah Batang lebih luas. Karena sebuah film dokumenter diyakini sebagai cara ampuh untuk mempromosikan cagar budaya.

“Untuk membangun sebuah daerah bisa dilakukan berbagai cara, salah satunya dengan meningkatkan iklim wisata. Dengan promosi melalui berbagai media, salah satunya film dokumenter ini,” ucap Asisten I Sekda Batang Retno Dwi Irianto saat membuka workshop Pembuatan Film Dokumenter Benda Cagar Budaya Batang, Kamis (3/5).

Dengan pelatihan tersebut, kata Retno, Pemkab Batang ingin mendorong generasi muda untuk berperan secara aktif dan inovatif dalam mengangkat Batang di kancah lebih luas. “Dengan dokumentasi singkat lewat medsos akan mudah mempromosikan potensi cagar budaya di Batang,” ucap retno lagi.

Hal ini sesuai dengan pengalaman pribadinya. Saat ia men-share sebuah video singkat tentang wisata Batang, ternyata temannya banyak yang tertarik untuk datang ke Batang. Walaupun selama ini, rekan-rekannya tidak pernah mendengar nama daerah Batang, namun kini langsung tertarik datang.

“Walaupun sederhana, sebuah film dokumenter bisa menarik perhatian orang. Para pemuda Batang banyak yang berbakat, untuk itu kita ingin mengedukasi dan beri inspirasi. Kita berikan ilmunya,” ujarnya.

Dengan semkain memiliki banyak ilmu, diharapkan ada daya dan keinginan untuk tahu lebih dalam. Selanjutnya, ilmu yang didapat dapat dikembangkan ke temannya yang lain atau juga pada murid-muridnya bagi para guru yang hadir.

Rento menambahkan, Kabupaten Batang memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi cagar budaya, dari era kerajaan Mataram kuno hingga masa penjajahan. Hal ini merupakan potensi wisata yang bagus, namun masih kurang dalam hal dokumentasi. Untuk itu, Pemkab Batang ingin mengajak generasi muda untuk mendokumentasikannya memalui film pendek.

“Kami mengajak perwakilan guru dan siswa dari 12 Sekolah terpilih di Batang, untuk belajar membuat film dokumenter tentang cagar budaya di Kabupaten Batang, yang selama ini kurang terekspos,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Ahmad Taufiq.

Total ada 50 orang peserta yang ikut, dari siswa tingkat SMP hingga SMA. Selain itu juga mengajak perwakilan guru dari setiap sekolah. Dengan tujuan, agar ilmu yang didapat selama pelatihan bisa ditularkan ke siswa yang lain. (han/zal)