RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tingkat kepatuhan pajak dinilai masih rendah. Terbukti, selama tujuh tahun terakhir penerimaan pajak belum pernah mencapai target. Karena itulah, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan guna meningkatkan kepatuhan pajak.

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I, Irawan mengatakan, pembangunan di Indonesia dibiayai oleh APBN yang sumber pembiayaannya sebesar 72 persen berasal dari penerimaan perpajakan.

“Namun sangat disayangkan, tingkat kepatuhan wajib pajak masih rendah dan masih banyak potensi ekonomi yang belum tergali,” ujarnya dalam Talkshow Inklusi Kesadaran Pajak dalam Pendidikan yang digelar di Gedung Serbaguna Kopertis Wilayah VI Semarang, baru-baru ini.

Oleh karena itu, pihaknya menggelar sejumlah kegiatan dengan menggandeng berbagai pihak. Salah satunya melalui talkshow dengan tujuan menyamakan persepsi tentang pajak dan bagaimana pembelajaran kesadaran pajak dalam perkuliahan.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah VI Jawa Tengah, Soegiharto menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyatakan pihaknya akan membantu kegiatan edukasi dan sharing session kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi di seluruh wilayah Jateng.

Acara diakhiri dengan bedah microsite edukasi.pajak.go.id yang merupakan portal informasi dan bahan kelengkapan pelaksanaan inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan yang disampaikan oleh Tim Fasilitator Program Inklusi Kesadaran Pajak di lingkungan Kanwil DJP Jawa Tengah I. (dna/ida)