SMAN 1 Boja Megah, Kini Jadi Sekolah Rujukan

1662
BERPRESTASI : Siswa-siswi SMAN I Boja terus ditingkatkan kualitasnya sehingga banyak yang mengukir prestasi dan lulusannya diterima di perguruan tinggi negeri. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERPRESTASI : Siswa-siswi SMAN I Boja terus ditingkatkan kualitasnya sehingga banyak yang mengukir prestasi dan lulusannya diterima di perguruan tinggi negeri. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – TIDAK semua sekolah pinggiran kalah bersaing dengan sekolah perkotaan. Mau bukti? Adalah SMA Negeri (SMAN) 1 Boja di Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, telah menjadi sekolah rujukan.

“Sekolah rujukan adalah sekolah yang dipercaya pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Masing-masing kabupaten/kota, biasanya hanya ada satu sampai dua sekolahan yang ditunjuk oleh Kemendikbud,” kata pengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia SMAN I Boja, Nurhadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (2/5) kemarin.

Pria yang juga Fasilitator Nasional Direktorat Pembinaan SMA Kemendikbud ini menjelaskan, sekolah rujukan bertugas meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap sekolah lain. Sehingga dengan terangkatnya kualitas tersebut, akan meningkatkan prestasi para siswa.

Sesuai rencana, sekolah rujukan ini akan dilaksanakan pada Juli 2018. Program-program yang dilaksanakan di antaranya e modul e raport, video pembelajaran, Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), literasi, RPP, termasuk program-program lain yang ada di SMA Negeri 1 Boja. “Kami juga memiliki program sosial ke panti asuhan maupun ke kampus. Sehingga anak-anak mengenal dunia pendidikan di tingkat tinggi dan peduli pada kegiatan sosial,” harapnya.

Baca Juga :

Punya Ekskul Panjat Tebing dan Rintis Jurnalistik

Kepala SMAN 1 Boja, Hj Puji Hastuti menambahkan berkat program 3P (Penampilan, Pelayanan, dan Prestasi) yang dia kembangkan, SMAN I Boja berhasil ditunjuk sebagai sekolah rujukan. “Kami sengaja membuat penampilan sekolah ini bagus, kebersihan, dilengkapi penghijauan, tamanisasi dan lainnya. Sehingga orang begitu masuk lingkungan sekolah, akan merasa nyaman dan kagum,” bebernya.

Perempuan yang memimpin sejak 29 Desember 2017 ini mengaku belajar dari filosofi Ki Hajar Dewantoro. Tuti –sapaan akrab Puji Hastuti- mengibaratkan sekolah adalah taman yang di dalamnya terdapat fasilitas tempat duduk yang nyaman. “Kami melengkapi sekolah dengan beberapa CCTV, untuk meningkatkan keamanan. Kami masih akan menambah fasilitas lain,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga meningkatkan kreativitas dan inovasi (Krenova). Yaitu melakukan penelitian, membuat produk, lalu dipatenkan. Salah satu krenova yang berhasil diciptakan adalah membuat sirup dari daun tumbuhan kersen.  “Orang Baperlitbang sudah tahu kalau siswa SMAN 1 Boja, setiap tahun ikut lomba. Bahkan tahun ini, mewakili Jawa Tengah,” tandasnya.

Menurut Tuti, dipercaya menjadi sekolah rujukan sebenarnya tugas dan tanggung jawab pendidikan semakin berat. Sehingga tidak boleh santai. Harus meningkatkan kualitas, dengan menargetkan prestasi di atas tingkat kabupaten. Berharap bisa meningkatkan prestasi bertaraf internasional dan meningkatnya nilai ujian nasional (UN). “Nilai UN harus naik, yang diterima di SMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri) menjadi lebih banyak. Kami bersyukur, tahun ini ada 34 siswa yang mendapat SMPTN. Jadi harus punya target, bersaing dengan sekolah lain di luar Kabupaten Kendal,” pungkasnya. (mha/ida)