33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Sidak, KLH Ambil 3 Sampel

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Polemik pabrik yang berdiri di Kawasan Industri Candi Blok C, Ngaliyan, Semarang, anatara PT  Havindo Pakan Optima dan PT Petropack Agro Industries tak kunjung usai. Padahal perkaranya saat ini masih ditangani Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), setelah sebelumnya ada demo, berimbas pula pada Inveksi Mendadak (Sidak) sejumlah dinas ke lokasi pabrik PT Havindo.

Kali ini, giliran sidak Konsultan Lingkungan Hidup (KLH), Otniel Moeda, yang juga mantan Kepala Bidang Pengkajian Dampak dan Pengembangan Teknologi Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jateng, didampingi sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Kota Semarang. Dalam sidak tersebut diambil 3 sampel berupa bekatul, jagung, dan polardi, yang rencananya akan dibawa ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.

Menyikapi polemik tersebut, Konsultan Lingkungan Hidup, Otniel Moeda, menyatakan, Surat Keputusan (SK) Wali Kota Semarang terkait pencabutan dan pembekuan yang diterbitkan, sesuai UU nomor 32 tahun 2009 tentang pengelolaan hidup jelas cacat hukum.

“Penyelesaian yang dilakukan Pemkot tidak melibatkan pengelola Kawasan Indutri Candi yang merupakan penanggungjawab utama di kawasan industri dan selaku penangungjawab amdal,” kata Otniel Moeda disela-sela sidak, Rabu (2/5).

Ketua Tim Kuasa Hukum PT Havindo Pakan Optima, Sandy Christanto meminta semua pihak bisa melihat secara menyeluruh, tidak hanya sepotong putusan. Sehingga harus dipahami, proses pencabutan apakah sudah benar atau tidak. Pihaknya menyesalkan, dinas terkait dalam memberikan pencabutan, tidak ada saran untuk melengkapi kekurangan terlebih dahulu. Apalagi untuk perkara pencabutan hingga saat ini masih proses sidang.

“Kita susah mengkonsultasikan ke instansi, tapi seolah kita terblokir untuk berkomunikasi. Kalau sudah inkrach (berkekuatan hukum tetap,red) nanti kita akan ajukan izin lagi, kita masih banding untuk kasus pembekuan,”ujarnya.

Terpisah, Kordinator Koalisi Masyarakat Sipil Kota Semarang, Aris Soenarto meminta agar SK Wali Kota bisa ditinjau kembali. Pihaknya mengkhawatirkan, apabila SK tersebut ditindaklanjuti dengan pencabutan usaha, akan berdampak bagi penutupan pabrik tersebut, sehingga akan berdampak dan mengancam nasib ratusan butuh. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bisnis Jasa Pengiriman Tumbuh 20 Persen

SEMARANG – Maraknya bisnis e-commerce berdampak cukup signifikan pada usaha jasa pengiriman dan logistik. Kerjasama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan guna memaksimalkan bisnis...

Sayuran Hidroponik Layak Masuk Swalayan

Usaha sablon yang dirintis Sekolah Luar Biasa (SLB) Dena Upakara disambut baik pasar luar daerah. Produk dari hasil usaha sablon kaus dan pembuatan berbagai...

UM Magelang Tuan Rumah Monev PKM

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Universitas Muhammadiyah Magelang menjadi tuan rumah kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2018. Bertempat di Aula...

SMAN 2 Demak Mewisuda 331 Siswa

DEMAK-SMAN 2 Demak, kemarin, melakukan prosesi pelepasan atau wisuda angkatan ke-29 terhadap 331 siswanya. Para siswa kelas XII dari jurusan IPA dan IPS tersebut...

Desak Penutupan Tempat Karaoke

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Geraka Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Demak terus menggalang dukungan masyarakat dan santri untuk mendorong pembubaran tempat karaoke diwilayah Kota Wali. Ini...

Meta Tewas setelah Ditusuk 4 Kali

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembunuhan sadis terhadap Meta Novita Handhayani, 38, warga Ngaliyan, Semarang, kemarin (12/3) direka ulang oleh petugas Polsek Ngaliyan. Rekonstruksi menghadirkan kedua tersangka,...