Rukma: Setop Kekerasan Anak dan Perempuan

179
Rukma Setyabudi (ISTIMEWA)
Rukma Setyabudi (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mendesak kepada Pemprov Jateng untuk segera menuntaskan sejumlah kasus pelecehan seksual terhadap perempuan maupun anak. Bahkan diharapkan Jateng bisa menjadi pelopor penuntasan segala kasus pelecehan tersebut. Hal itu penting, karena masih banyak anak-anak dan perempuan yang seringkali mendapatkan perlakukan kekerasan baik secara fisik maupun psikis.

Hal itu mengemuka dalam diskusi grup terarah atau Focus Group Discussion (FGD) di ruang Ketua DPRD Jateng. Rukma menyatakan, kasus pelecehan perempuan dan anak ibarat gunung es. Hanya terlihat di permukaan. Karena itulah pemerintah dan masyarakat untuk proaktif bisa menuntaskan kasus tersebut.    “Tolong dicek turun ke bawah dan lihat kenyataannya,” tegasnya.

Rukma menegaskan, secara hukum perbuatan pelecehan seksual tersebut harus dijerat pidana dengan diberi hukuman yang sepadan. Bagi korban pun harus dilakukan pendampingan supaya secara psikologis bisa terbantukan.

“Harapan saya ini ditindak lanjuti dengan pendampingan dan kasus ini kita tuntaskan, agar pelaku ada efek jera dan tidak mungkin dibiarkan sehingga ada rasa takut untuk mengulanginya. Bersama dinas kita harus bersinergi untuk menyelesaikan bersama,” tegasnya.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PTMSI), Dewi Susilo memaparkan sejumlah kasus pelecehan seksual. Selama ini Dewi kerap melakukan pendampingan dengan anak-anak jalanan serta korban pelecehan seksual.   Di lapangan banyak menemui sejumlah kasus pelecehan. Seperti kasus di Sayung, Kabupaten Demak yang mencuat baru-baru ini. “Ada anak perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang guru,” katanya.

Ia menambahkan, informasi yang didapatkanya, selama setahun anak perempuan tersebut mulai kelas tiga sampai empat dipelakukan sebagaimana perempuan dewasa oleh gurunya. Bahkan oknum guru tersebut melakukan pelecehan seksual di ruang kelas.  “Dari hasil visum menyatakan ada pelecehan seksual. Kami meminta pemerintah harus hadir dalam penanganan masalah ini. Masalah ini baru secuil dari sekian masalah yang terekspose. Kasihan para korban,” tambahnya. (fth/zal)

Silakan beri komentar.