Obat #Stress2019 Ala Shanghai

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

Waktu di Shanghai saya terkesima dengan berita ini: orang antre beli rumah mewah. Yang disebut ‘rumah’ di sana berarti apartemen.

Apartemen mewah jadi kacang goreng. Baru terjadi dua minggu lalu. Menjelang saya berangkat ke Amerika.

Misalnya di proyek Qiantan Ocean One. Yang dibangun Joy City Property. Dia hanya jual 437 unit. Yang antre membeli 3.100 orang.

Padahal harga permeter perseginya selangit: 93.800 Renminbi. Atau sekitar Rp 190 juta/m2. Berati satu rumah yang luasnya 290 m2 itu harganya Rp 55 miliar.

Mengapa begitu laris? Ternyata harga itu dianggap murah. Itulah harga maksimum yang ditetapkan pemerintah. Untuk kawasan itu. Untuk kelas itu. Harga pasarnya 20 persen lebih tinggi.

Apakah di Shanghai pemerintah menetapkan harga? Yang tidak boleh dilanggar?

Begitulah.

Itu peraturan baru. Untuk mengendalikan gilanya kenaikan harga rumah. Tak tertahankan. Sudah menjadi keluhan nasional: rakyat tidak akan lagi mampu beli rumah. Sebesar apa pun UMR-nya.

Anak-anak muda stress berat. Padahal untuk berani melamar (calon istri) harus sudah bisa beli rumah (mencicil). Malu.

Saya lihat di Tiongkok tidak ada budaya menjadi kontraktor: pengantin baru mengontrak rumah.

Peraturan baru itu diharap bisa ikut mengendalikan gilanya kenaikan harga apartemen. Tapi banyak pula yang skeptis: mana bisa. Peraturan itu dibuat hanya untuk disiasati.

Harga maksimum itu benar-benar jauh dari harga pasar. Bahkan, kata teman-teman saya, lebih murah dari harga rumah di pasar second hand.

Antrean serupa juga terjadi di proyek baru Daning Jianmao Palace. Juga di Shanghai.

Yang Sabtu dua minggu lalu melakukan penjualan 382 unit. Harga per unitnya sekitar Rp 40 miliar. Yang mendaftar 751 orang.

Padahal untuk mendaftar saja sudah harus menyetor uang Rp 2 miliar. Juga harus menunjukkan bukti punya deposito minimal Rp 6 miliar. Baru sisanya akan dibiayai dari pinjaman bank.

Tidak boleh ada lelang. Tidak boleh penawar tertinggi yang mendapatkannya. Maka jalan satu-satunya lotere. Undian. Siapa yang beruntung dialah yang berhak membeli. Yang kalah uang Rp 2 miliar dikembalikan.

Kondisi yang seperti itu tidak hanya di Shanghai. Juga di Beijing. Mungkin juga akan diikuti kota lain: Shenzhen. Terus ke kota Guangzhou. Dan seterusnya.

Itulah sebabnya Beijing memerlukan Meijing. Seperti Jakarta memerlukan Meikarta. Sebuah perumpamaan yang memang agak benar –ngawurnya.

Beijing sudah merencanakan membangun kota baru: dekat Baoding. Yang akan jadi kota modern abad mendatang. Inilah proyek prestisus Presiden Xijinping.

Tiongkok sudah terkenal pembangun proyek serba besar. Tapi inilah yang akan menjadi terbesar.

Mengalahkan proyek kereta cepat dan apa pun. Yang akan membuat nama Xi Jinping dikenang berabad-abad. Seperti Tembok Besar.

Saya sempatkan ke calon lokasi kota baru itu. Bulan lalu. (Lihat video). Masih berupa desa-desa dan tanah pertanian.

Kini masyarakat sudah tidak boleh menjual tanah di situ. Di radius 100 km2. Pun yang coba-coba investasi tanah gigit jari. Tidak mungkin lagi.
Itu juga untuk mengerem gilanya kenaikan harga rumah di Beijing. Agar yang muda mulai berani melamar.

Kalau ini terjadi di Jakarta mungkin sudah pada bikin hastag #Stress2019.(dis)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

Random News

Nunggak Pajak Dirut Disandera

SEMARANG - Genderang perang terhadap para penunggak pajak terus ditabuh. Selasa (22/3) kemarin, Direktur Utama (Dirut) PT IH, perusahaan yang bergerak dalam bidang...

Lulusan Undip Dibekali Pendidikan Kewirausahaan

TEMBALANG- Technopreneurship merupakan inkubator bisnis berbasis teknologi yang memiliki wawasan untuk menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda. Khususnya mahasiswa sebagai peserta didik dan...

Bekali Warga Kemampuan Membuat Film Dokumenter

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang gencar melakukan gerakan dokumentasi cagar budaya. Hal ini dilakukan guna lebih mengenalkan wilayah Batang lebih luas. Karena...

Industri Manufaktur Mikro Kecil Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Produksi industri manufaktur mikro dan kecil Provinsi Jawa Tengah pada triwulan dua mengalami peningkatan 0,11 persen dibanding triwulan sebelumnya. Pertumbuhan produksi...

More Articles Like This

- Advertisement -