Oleh: Ir. Iin Nurjanah M.Pd
Oleh: Ir. Iin Nurjanah M.Pd

RADARSEMARANG.COM – PENDIDIKAN yang bermutu merupakan harapan setiap insan maupun lembaga pendidikan. Para orang tua dan masyarakat sangat mengharapkan putra-putrinya memperoleh pendidikan yang bermutu, sebagai bekal menuju kehidupan yang akan datang.

Harapan pemerintah, setiap lembaga pendidikan harus bermutu. Karena dengan pendidikan yang bermutu, akan menghasilkan sumber daya insani bermutu yang akan memberikan kontribusi pada keberhasilan pembangunan.

Fungsi-fungsi sekolah diwadahi melalui proses pendidikan dan pembelajaran. Nah, sebagai inti bisnis pada proses pendidikan itulah, terjadi aktivitas kemanusiaan dan pemanusiaan yang sejati.

Pengetahuan merupakan bahan yang akan disampaikan kepada anak. Pengetahuan ini berasal dari berbagai bidang studi. Salah satu sifat utama pengetahuan adalah selalu berkembang. Ini tentu menyulitkan dalam penyusunan kurikulum dalam memilih mana dan bidang studi apa yang akan diajarkan.

Pemilihan tersebut butuh kerja sama antara pendidik, para sarjana bidang studi, tokoh masyarakat, dan orang tua. Masyarakat sebagai sumber kurikulum dan sekolah, merupakan agen masyarakat dalam meneruskan warisan-warisan budaya serta memecahkan masalah-masalah masyarakat.

Maka, dalam rangka pengembangan program mutu pendidikan, pengendalian mutu (quality control) memegang peranan sangat penting. Melalui kurikulum 2013, diharapkan dapat mendongkrak kualitas pendidikan. Dengan kurikulum 2013, dapat menggerakkan pembelajaran secara kontinyu dalam upaya perbaikan kualitas pendidikan. Ini berarti juga sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Memandang beberapa hal di atas-tanpa menghapus peran sentral dalam konteks otonomi daerah–desentralisasi pendidikan tetap terus bergerak. Kewenangan penyelenggaraan pendidikan diberikan kepada sekolah. Pun, pada SMK Negeri 1 Salam yang merupakan salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di pinggiran Kabupaten Magelang.

Seiring perkembangan zaman dan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan mutu pendidikan, maka SMK Negeri 1 Salam bersama pemangku kepentingan dan institusi pasangan maupun mitra kerja, senantiasa terus-menerus dan berkesinambungan, berupaya untuk menjadi pelayan yang baik dalam pendidikan, khususnya bidang pertanian.

Untuk terwujudnya fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta mempertimbangkan prinsip-prinsip pendidikan serta perubahan-perubahan yang terjadi, maka disusun kurikulum baru. Yaitu, “kurikulum 2013” yang menjadi acuan dan pegangan lembaga pendidikan dalam merencanakan, mempersiapkan, dan melaksanakan program-programnya.

Hal tersebut sesuai tujuan kurikulum 2013 pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tentang Kurikulum SMK lampiran 1. Yaitu, Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif. Serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.

Dengan memahami hal di atas, maka dapat dikatakan bahwa dengan adanya kekuatan dan peluang sebagai pendukung perubahan, sekolah sangat mungkin untuk berkembang menuju kondisi yang lebih berkualitas. Namun, kelemahan dan ancaman yang ada, merupakan penghambat perubahan.

Realita menunjukkan bahwa pemahaman seluruh komponen sekolah terhadap visi dan misi sekolah masih lemah. Sehingga kurang mampu mendorongnya untuk bergerak maju menuju sasaran.

Upaya meningkatkan ketercapaian kurikulum 2013 di SMK Negeri 1 Salam menuju kualitas yang lebih baik, maka sekolah melakukan tindak lanjut. Tujuannya, meningkatkan peran DU/DI dalam sinkronisasi kurikulum. Yakni, pertama, melaksanakan workshop dalam pengembangan kurikulum untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan pendidikan.

Kedua, meningkatkan kerjasama dengan DU/DI dalam bimbingan karier. Ketiga, melaksanakan workshop untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang IT. Sedangkan keempat, mengadakan IHT untuk menyamakan pendapat dalam mengembangan. (*/isk)

Guru SMKN 1 Salam, Kabupaten Magelang