GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang meluncurkan layanan panggilan darurat dengan nomor 112, Rabu (2/5) kemarin. Layanan ini terintegrasi dengan semua layanan darurat di Kota Semarang, seperti pemadam kebakaran, kepolisian, dan sejumlah layanan darurat lainnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, Semarang menjadi kota keenam yang telah menerapkan layanan darurat dengan nomor 112 ini secara mandiri. Dengan hanya satu nomor diharapkan masyarakat  akan lebih mudah mengingat dan terbantu dalam keadaan terdesak.

“Termasuk Jika sebelumnya pemkot memiliki call layanan Ambulans Hebat dengan nomor 1500-132, nanti akan kami geser ke 112 juga,” ujar wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Layanan ini, lanjut Hendi, mirip dengan fasilitas panggilan 911 yang disediakan Pemerintah Amerika Serikat bagi warganya. “Di Amerika Serikat ada 911, di Indonesia punya 112,” imbuhnya.

Direktur Jasa Layanan Jaringan Jasnita, Welly Kosasih,  berharap setelah diluncurkannya nomor panggilan darurat ini, Pemerintah Kota  Semarang mengeluarkan regulasi yang menetapkan nomor 112 sebagai layanan panggilan darurat tunggal sesuai Permenkominfo Nomor 10 Tahun 2016.

Lebih lanjut  Welly mengatakan, harus ada pula Peraturan Wali kota yang mengatur mengenai operasional layanan ini.  “Karena ini terintegrasi dan melibatkan banyak SKPD, sehingga perlu SOP dan juknis, agar operasionalnya berjalan baik. Selain regulasi, selanjutnya yang tidak kalah penting adalah sosialisasi,” terangnya.

Welly menjelaskan, akses nomor 112 yang berstandar internasional ini memiliki sejumlah keunggulan. Di antaranya, pengakses layanan ini tidak dikenai biaya alias gratis. Penelepon bahkan dapat terhubung ke nomor layanan ini meskipun tidak ada sinyal dan tanpa simcard di perangkat komunikasi mereka.

“Namun saat ini masih ada dampak negatifnya. Masih ada masyarakat yang suka iseng telepon. Sehingga menjadi penting regulasi tadi supaya masyarakat tidak menggunakan layanan ini untuk main-main,” ungkapnya sembari menambahkan sudah ada 80 negara yang mengaktifkan layanan panggilan darurat 112 ini.

Ditambahkan olehnya, setiap kota yang mengaktifkan layanan ini, wajib menyediakan operator. Sehingga ketika ada warga yang telepon akan langsung terhubung dan dilayani operator masing-masing kota. “Tapi misalnya warga Semarang butuh layanan di Jakarta, secara otomatis mengarahkan ke operator yang ada di Jakarta. Semoga layanan ini dapat diterapkan di setiap kota di Indonesia,” harapnya. (sga/aro)