Kakak-Adik Kompak Merampas

Korban Seorang Ibu, sempat Dipukuli

459
NEKAT: Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Sugiharto Silalahi saat menginterogasi tersangka Rizki Saputro. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMSEMARANGAksi kakak beradik ini sungguh nekat. Keduanya merampas handphone dan memukuli seorang ibu. Kejadiannya di Jalan Pusponjolo Timur, tepatnya di kawasan Bendungan Pleret, Semarang Barat, pada April lalu. Beruntung, berkat kesigapan petugas, kedua pelaku berhasil dibekuk. Keduanya,  Rizki Saputro, 23, dan, adiknya, W, 17,  warga Tlogosari, Pedurungan.

Penangkapan keduanya dilakukan oleh tim Resmob Polrestabes Semarang yang dipimpin Kasubnit I Aiptu Janadi, Senin (16/4) lalu sekitar pukul 22.00. Selain kakak adik tersebut, petugas juga mengamankan dua orang lainnya, yakni Aris Setiono, 28, warga Kuningan, Semarang Utara, dan Muhammad Fathurrahman, 27, warga Bangetayu Wetan Genuk. Keduanya berperan sebagai penadah.

“Kami berhasil menangkap tersangka perampasan ponsel yang sempat viral di media sosial. Tersangka ada empat orang terdiri atas pelaku utama dan penadah, satu di antaranya masih di bawah umur berinisial W dan sudah kami limpahkan berkasnya,” ungkap Wakapolrestabes Semarang AKBP Enrico Sugiharto Silalahi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (2/5).

Peristiwa perampasan tersebut, lanjut Enrico, terjadi pada Selasa (3/4) sekitar pukul 17.00. Saat itu, kedua tersangka mengendarai mobil Honda Brio H 8437 QE usai pesta miras di kawasan Sunan Kuning (SK) Semarang Barat. Sesampainya di Jalan Pusponjolo Timur, mobil tersangka bersenggolan dengan mobil Grand Livina B 477 AY yang dikemudikan Hesti Kuswanto, warga Pamularsih.

Merasa tidak terima serta dalam kondisi lalu lintas macet, W keluar dari mobilnya dan menghampiri mobil korban. Mengetahui hal tersebut, Rizki dan ketiga teman-temannya yang lain menyusul W keluar dari mobil. Saat itu, kata Enrico, tersangka menghentikan mobilnya, serta memaksa korban turun dari kendaraannya.

Perang mulut pun terjadi antara tersangka dan korban. Tersangka juga menendang dan memukul korbannya hingga terjatuh lalu mengambil ponselnya. Ketiga kawannya sudah berusaha melerai,” ungkapnya.

Rizki mengaku aksi yang dilakukan bersama adiknya tersebut merupakan tindakan spontan. Ia mengaku terpancing emosi lantaran dimarahi dan cekcok dengan korban. Selain itu, ia juga mengaku dalam pengaruh minuman alkohol yang ditenggak sebelumnya.

“Jalannya macet, terus mobil dia (korban) mau nabrak mobil saya. Sempat cekcok dulu sama korban. Memukul korban karena kesal. Sempat dipisah sama tiga rekan saya. Kalau HP itu yang bawa kabur adik saya, HP korban jatuh saat kena pukul,” beber bapak satu anak ini.

Usai berhasil mendapatkan ponsel milik korban, tersangka kembali ke mobil dan kabur. Selanjutnya, ponsel tersebut diberikan kepada Aris dan laku dijual seharga Rp 600 ribu.

Akibat perbuatannya, kakak-adik tersebut akan dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Rizki dan W terancam hukuman 9 tahun penjara, sedangkan Aris dan Fathurrahman terancam 4 tahun penjara. (tsa/aro)