HIBUR SISWA: Finalis Indonesian Idol 2018, Bianca Jodie, saat kampanye anti-bullying di SMPN 17 Semarang, Rabu (2/5). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
HIBUR SISWA: Finalis Indonesian Idol 2018, Bianca Jodie, saat kampanye anti-bullying di SMPN 17 Semarang, Rabu (2/5). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM – Bianca Jodie, sepuluh besar ajang Indonesian Idol 2018 mengajak para siswa di Kota Semarang untuk memerangi bullying atau perundungan. Ia getol  menggerakkan kampanye anti-bullying ke sekolah-sekolah, salah satunya di SMP Negeri 17 Semarang.

SIGIT ANDRIANTO

HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SMPN 17 Semarang kemarin (2/5) sangat spesial. Sebab, sekolah di bilangan Jangli Gabeng, Tembalang itu dikunjungi salah satu finalis Indonesian Idol 2018, Bianca Jodie.

Kedatangan gadis cantik ini untuk mengampanyekan anti-bullying. Sebab, ia sendiri memiliki pengalaman di-bully oleh teman sekolah. “Dari SD dan SMP saya di-bully. Tidak hanya dengan kata-kata. Bahkan ada yang pakai fisik,” ujar perempuan asal Jogjakarta ini.

Kepada para siswa SMPN 17, perempuan yang akrab disapa Jodie ini mengajak untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Hal itu, menurutnya, menjadi salah satu cara untuk menghindari bully-an dari orang lain.

“Kita harus bisa melebihi dari pem-bully, dalam hal prestasi. Di sini saya tidak hanya nyanyi, tapi kasih motivasi kepada adik-adik bahwa bullying itu nggak baik. Jangan mem-bully dan jangan memberi kesempatan untuk di-bully,” jelasnya.

Lebih lanjut Jodie mengajak para siswa  untuk tidak berhenti  bermimpi. Ia meyakinkan bahwa setiap orang memiliki  kesempatan untuk meraih mimpinya menjadi bintang. “Tentukan target, lakukan usaha untuk mencapainya,” sarannya.

Dalam kesempatan itu, Jodie yang mengenakan baju lengan panjang merah maron dipadu celana kulot hitam bergaris, sempat menyanyikan beberapa lagu, salah satunya lagu milik Ed Sheeran berjudul Perfect.

Kepala SMPN 17 Semarang, Hariyanto, menjelaskan, program kampanye anti-bullying  di sekolahnya memang selalu dilakukan. Kampanye ini, kata dia, bukan hanya kegiatan yang dilaksanakan sekali dua kali, namun akan  dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita terus melakukannya. Sehingga, ketika ada kegiatan yang berkaitan dengan program kampanye ini, kita akan menyambut baik untuk bekerjasama,” jelas Hariyanto.

Selain anti-bullying, sekolah yang belum lama lalu dikunjungi legenda sepakbola dunia David Beckham ini, juga terus mengupayakan penanaman disiplin positif kepada para siswanya.

Hariyanto berharap, ke depan para siswa  bisa menjadi pelopor anti-bullying dan selalu memelihara disiplin positif. “Kita berkomitmen untuk hal itu,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menginstruksikan agar seluruh insan pendidik dan orangtua untuk ekstra waspada dan peka terhadap kejadian di lingkungan anak-anaknya.

Kekerasan fisik maupun psikis terhadap anak di lingkungan sekolah tidak bisa ditoleransi. Hari Pendidikan Nasional, kata dia, menjadi momentum untuk bersama memerangi bullying atau kekerasan di lingkungan sekolah.

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi– meminta agar tidak segan melaporkan ke pihak berwajib.

“Apalagi saat ini sudah ada UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Sehingga bagi pelaku bullying dapat dijerat dengan undang-undang tersebut. Ancaman pidananya paling lama 3 tahun,” kata Hendi, Rabu (2/5).

Dikatakannya, anak sebagai generasi penerus bangsa mesti mendapatkan pendidikan secara baik. Pemahaman nilai-nilai pendidikan moral, budi pekerti, dan lain-lain harus diajarkan sejak dini. Termasuk pemahaman nilai-nilai Pancasila.

“Persoalan bullying semestinya sudah tidak lagi dijumpai saat ini. Apalagi adanya jaminan yang tertuang dalam UU Perlindungan Anak. Sementara di lingkup sekolah, saya minta pihak guru dan Dinas Pendidikan serta kader PKK juga telah diberikan pemahaman tentang kekerasan anak dan perempuan,” ujarnya.

Ia meminta, agar penanganan masalah bullying ini serius mendapatkan perhatian. Sehingga kasus bullying dapat hilang di Kota Semarang. (dilengkapi abdul mughis/aro)