DPRD Kota Semarang Apresiasi Kinerja Pemkot

293
HUT KOTA SEMARANG : Para Anggota DPRD Kota Semarang saat menghadiri peringatan HUT ke 471 Kota Semarang. (IST)

”Kalau semua bidang ini bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan serta konsisten tentunya percepatan pembangunan di Kota Semarang ini akan luar biasa,”

H Supriyadi, S,Sos, Ketua DPRD Kota Semarang

”Hal yang masih perlu diperhatikan adalah bagaimana Pemkot Semarang bisa meningkatkan kinerja dan integritas aparatur pemerintahan. Ini perlu komitmen wali kota,”

H Agung Budi Margono, ST, MT, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang

”Kita sangat punya potensi. Pemerintah harus bisa menjalin kerjasama agar semua perdagangan di Jateng bisa lewat Semarang, pariwisata juga”

H Joko Santoso, SE, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang

”Yang menjadi pekerjaan rumah dan perlu segera diselesaikan adalah mengenai persoalan rob dan banjir. Kami ingin rob dan banjir ini setiap tahun bisa berkurang,”

H Wiwin Subiyono, SH, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM – Menginjak usia ke 471, telah banyak prestasi yang diukir pemerintah Kota Semarang. Di bawah Kepemimpinan Hendrar Prihadi, Semarang mampu menunjukkan capaian-capaian di sejumlah bidang.

Di bidang pendidikan, Semarang telah memiliki program 9 tahun sekolah gratis. Capaian ini patut diapresiasi sembari melakukan pembenahan infrastruktur pendidikan. Di bidang kesehatan, warga Semarang juga diperhatikan pemerintah melalui program Universal Health Coverage (UHC), program yang memberikan layanan pengobatan gratis kelas 3. Selain itu, masih banyak capaian pemerintah kota, di bidang pengentasan kemiskinan, ketenagakerjaan, dan beberapa bidang lainnya.

Ketua DPRD Kota Semarang H Supriyadi, S.Sos menilai, gebrakan demi gebrakan juga telah dilakukan Pemkot Semarang dengan membangun sejumlah infrastruktur. Berbagai taman dibangun di sejumlah titik, menampilkan wajah Semarang yang kian cantik.

Meskipun demikian, Semarang masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) yang cukup banyak, utamanya di bidang pelayanan publik. Masyarakat masih mengeluhkan adanya pungutan-pungutan di luar ketentuan. Lamanya pelayanan juga menjadi salah satu keluhan warga Kota Semarang sehingga memunculkan pelayanan yang terkesan bertele-tele, meskipun pemanfaatan IT sudah dilakukan oleh Pemkot Semarang di sejumlah pelayanan.

Pekerjaan Rumah lainnya yang harus dituntaskan dan yang paling utama adalah persoalan banjir dan rob. Terdapat sejumlah wilayah di Semarang yang hingga kini warganya masih dihantui persoalan ini. Seperti di wilayah Semarang Timur dan Barat. Gayamsari, Genuk dan Pedurungan, merupakan wilayah yang masih menjadi langganan banjir dan rob.

”Tapi dengan adanya proses pembangunan normalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) dan Kali Tenggang serta pembangunan polder, semoga 2019 bisa teratasi,” katanya.

“Sementara di wilayah Barat masih dalam tahap pengusulan anggaran di pusat untuk Kali Bringin. Pemkot sudah sudah mempersiapkan dengan melakukan pembebasan lahan,” imbu Politisi PDI Perjuangan ini.

Menyusul persoalan rob dan banjir adalah kemacetan. Tidak kalah penting, persoalan kemacetan wajib mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Semarang. Supriyadi berharap adanya perencanaan yang matang juga untuk mengatasi persoalan ini. ”Jangan sampai kemacetan di Kota Semarang menjadi bom waktu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Supriyadi menjelaskan, pembangunan demi pembangunan ini hendaknya diikuti dengan penggenjotan pendapatan Kota Semarang melalui kebijakan di sektor pajak. Termasuk mengurangi risiko kebocoran pajak melalui sistem online.

”Kalau semua bidang ini bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan serta konsisten tentunya percepatan pembangunan di Kota Semarang ini akan luar biasa,” tegasnya.

Dengan keadaan kondusif saat ini, Semarang telah dilirik banyak investor. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan untuk mendongkrak sektor pariwisata di Kota Semarang. Saat ini Semarang memang memiliki sejumlah potensi wisata yang tersebar di sejumlah titik.  Baik wisata religi maupun wisata sejarah. Semarang juga memiliki wisata yang terbilang baru, yakni wisata digital di kawasan hutan Tinjomoyo.

”Yang seperti ini sudah semestinya dijalankan secara berkesinambungan. Kemudian, sebagai kota pesisir, Semarang juga harus bisa melakukan land banking untuk bisa dijadikan aset pemkot dan dijadikan wisata pantai. Jika selama ini sudah banyak wisata di wilayah perkotaan, di pantai juga harus dikembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, H Agung Budi Margono, ST,MT mengapresiasi sisi pelayanan Pemkot Semarang yang mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. Meski demikian, menurutnya pelayanan masih perlu untuk terus ditingkatkan.

”Hal yang masih perlu diperhatikan adalah bagaimana Pemerintah Kota Semarang bisa meningkatkan kinerja dan integritas aparatur pemerintahan. Ini perlu komitmen wali kota,” ujarnya. ”Beberapa laporan mengenai saber pungli juga perlu diseriusi pemerintah,” imbuhnya.

Seiring bertambahnya usia, Politisi PKS ini berharap Semarang bisa menjadi lebih baik, dan lebih hebat. Untuk mencapai semua ini, kekompakan dinilainya menjadi hal yang sangat penting. Utamanya dengan dukungan forkopimda dan DPRD yang selalu memberikan support kepada pemerintah .

”Pemerintah harus dijaga betul, antara wali kota dengan seluruh jajaran, hingga tingkat kelurahan. Mereka harus bisa menjadi motor utama penggerak pelayanan di masyarkat,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang H Joko Santoso, SE, mengatakan, sebagai kota metropolitan, Semarang bisa lebih mengembangkan potensi yang dimiliki. Semarang memiliki bandara dan pelabuhan yang jika dikelola dengan baik akan dapat mendatangkan wisatawan.

”Kita sangat punya potensi. Pemerintah harus bisa menjalin kerjasama agar semua perdagangan di Jateng bisa lewat Semarang, pariwisata juga. Saat ini transportasi dari luar Jawa masih pada lewat Surabaya. Kenapa kok seperti ini perlu dipikirkan bersama,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra ini, melihat, sejumlah aspek sudah mengalami peningkatan di Kota Semarang. Namun, tetap masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi. Selain rob dan banjir, sorotan utama Joko mengarah pada program Semarang Outer Ring Road yang dinilainya lambat. Akibatnya, SORR menjadi  salah satu penyumbang silpa terbanyak. ”Investasi di Kota Semarang ini juga perlu diperhatikan juga. Termasuk angka pengangguran yang masih tinggi,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang H Wiwin Subiyono, SH mengapresiasi prestasi Pemkot Semarang, terlebih melalui penghargaan-penghargaan yang diraih atas berbagai kegiatan. Mengenai infrastruktur, Semarang dinilainya cukup berkembang, dengan pembangunan taman di sejumlah titik,  juga revitalisasi sungai.

”Kemudian yang menjadi pekerjaan rumah dan perlu segera diselesaikan adalah mengenai persoalan rob dan banjir. Kami ingin rob dan banjir ini setiap tahun bisa berkurang,” kata Wiwin.

Legislator Fraksi Demokrat ini memang menyoroti pemkot untuk menangani hal-hal berkaitan dengan bencana alam, seperti longsor dan banjir. Ia berharap penanganan maupun pencegahan dapat dilakukan pemerintah kota dengan lebih baik lagi. ”Mengenai persoalan rob di Kaligawe, kami harap tahun ini bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Ke depan, ia berharap, Kota Semarang bisa melakukan perubahan-perubahan yang signifikan. Terlebih dalam upaya penurunan angka kemiskinan, penurunan angka kematian ibu dan anak, dan juga penurunan angka DBD di Semaranng. ”Semoga ada perubahan, dalam hal ini penurunan, yang signifikan,” harapnya. (HMS)