FESTIVAL EKONOMI : Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo membuka Festival Ekonomi Syariah, kemarin. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
FESTIVAL EKONOMI : Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo membuka Festival Ekonomi Syariah, kemarin. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Industri halal tumbuh pesat di dunia internasional, dan Indonesia sebagai salah satu pangsa pasar terbesar. Hal ini dinilai dapat menjadi ancaman pada perekonomian Indonesia, bila tidak diimbangi dengan pertumbuhan industri halal dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo mengatakan bahwa pada tahun 2016, volume industri halal global mencapai 4,15 triliun dolar AS. Diperkirakan akan meningkat mencapai 6,78 triliun dolar AS pada tahun 2022, dimana Indonesia merupakan pangsa terbesar bagi produk industri halal tersebut. Pada tahun 2016, volume pasar makanan halal di Indonesia mencapai 169,7 miliar dolar AS.

“Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi pasar Indonesia bagi produk halal,” ujarnya di sela pembukaan Festival Ekonomi Syariah di Hotel Gumaya, kemarin.

Namun di sisi lain, lanjutnya, potensi tersebut dapat mencerminkan ancaman jika ternyata produk halal tidak dapat dipenuhi secara domestic. Hal itu, berimplikasi terhadap besarnya impor yang akan menekan posisi neraca pembayaran Indonesia. “Kontribusinya sebesar apa, kami belum selesai meriset. Namun kalau tidak hati-hati, hal ini berpeluang memberikan tekanan pada neraca pembayaran,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pengembangan industri halal serta ekonomi syariah pada umumnya. Salah satunya, dengan menggelar Festival Ekonomi Syariah untuk wilayah Jawa pada 2 hingga 4 Mei mendatang.

Festival ini merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Festival Ekonomi Syariah Indonesia (FESI) kelima di Surabaya pada akhir tahun 2018 ini. Dalam rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah tersebut, diselenggarakan berbagai program edukasi dan sosialisasi yang merupakan salah satu langkah nyata Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah diharapkan dapat mendorong dan mendukung pertumbuhan dan ketahanan perekonomian, baik di daerah maupun secara nasional,” ujarnya. (dna/ida)