WORKSHOP– Peserta pelatihan dokumenter saat menyimak materi dari salah satu pelatih dengan seksama, tentang data sejarah dan benda purbakala di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
WORKSHOP– Peserta pelatihan dokumenter saat menyimak materi dari salah satu pelatih dengan seksama, tentang data sejarah dan benda purbakala di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kabupaten Batang memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi cagar budaya. Hal ini merupakan potensi wisata yang bagus, namun masih kurang dalam mendokumentasikannya. Untuk itu, Pemerintah kabupaten Batang ingin mengajak generasi muda Batang untuk mendokumentasikannya.

“Kami mengajak perwakilan guru dan siswa dari 12 sekolah terpilih di Batang, untuk belajar membuat film dokumenter tentang cagar budaya di Kabupaten Batang, yang selama ini kurang terekspos,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Ahmad Taufiq kepada Radar Semarang, Kamis (3/5/2018).

Total ada 50 orang peserta yang ikut, dari siswa setingkat sekolah menengah pertama hingga tingkat menengah atas. Selain itu juga mengajak perwakilan guru dari setiap sekolah. Dengan tujuan, agar ilmu yang didapat selama pelatihan bisa ditularkan ke siswa yang lain.

Taufiq menambahkan, hampir semua peserta yang dipilih memang berbakat dalam dunia multimedia, atau film. Walaupun masih terbilang masih muda-muda, skill dan pengetahuannya sudah cukup mumpuni, sehingga butuh dipoles lebih baik lagi.

“Salah satu peserta kami malah sudah pernah mendapatkan penghargaan di tingkat provinsi dalam bidang pembuatan film pendek, yaitu SMP Negeri 2 Blado,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebuah lokasi atau benda bisa disebut sebagai cagar budaya bila telah berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki nilai sejarah. Pada kesempatan kemarin, para peserta mendapat materi tentang cagar budaya di Batang. Juga diberikan pembekalan lain seperti penyutradaraan, penulisan, pengenalan kamera dan teknik pengambilan gambar serta managemen produksi. Tim pelatih terdiri dari kru Batik TV Pekalongan dan salah satu ahli budaya Batang Mulyono. (han/lis)