33 C
Semarang
Minggu, 7 Juni 2020

Tuntut Cabut PP Sistem Pengupahan

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Hari buruh 1 Mei atau May Day, diperingati ribuan pekerja Jateng dengan menggelar aksi di sejumlah titik. Di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, para buruh berorasi menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang sistem pengupahan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi di Jateng. Pun di depan Balai Kota Semarang.

Para buruh menilai, peraturan yang mulai diterapkan sejak 2016 ini dianggap membuat upah pekerja Jateng jauh tertinggal dari provinsi-provinsi lain. ”Formulasi yang ada tidak menguntungkan pekerja Jateng, karena menggunakan persentase. Upah yang sudah rendah dengan persentase rendah menjadi semakin  rendah,” jelas Ketua Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (FKSPN) Semarang, Heru Budi Utoyo, usai berorasi di depan ribuan buruh dari KSPN, SPKEP, SPMI, SBI dan sejumlah serikat pekerja lainnya.

”Di Semarang, upah pekerja harusnya Rp 3 juta, tapi dengan PP No 78 masih berada di kisaran Rp 2,3 juta. Ini yang perlu diperhatikan pemerintah di Jawa Tengah dan pemerintah pusat harus mencabut PP tersebut,” desaknya.

Sistem pengupahan, ia tegaskan, harus menjadi prioritas Pemerintah Provinsi Jateng. Para pekerja, tegasnya, tidak ingin pada 2019 pemerintah masih menggunakan PP No 78 dalam sistem pengupahan. ”Sekali lagi saya tegaskan, PP 78 tidak menguntungkan. Pekerja Jateng punya hak hidup sejahtera, hak untuk dapat upah layak,” katanya.

Ia menilai, Pemprov Jateng selama ini tidak bersungguh-sungguh mengupayakan upah layak kepada para pekerja. Hal ini tercermin dari tidak pernah ada survei kebutuhan hidup layak yang dilakukan pemerintah sejak 2016. ”Kami nantinya akan melakukan survei kebutuhan hidup layak di pasar-pasar. Kami akan bawa hasil itu ke pemerintah untuk menetapkan upah layak,” ujarnya.

Rizky Putra Edry dari LBH Semarang mengatakan, pemberlakuan PP No 78 tentang pengupahan merupakan bentuk tindakan pemerintah yang tidak memihak pekerja. Upah minimum semakin jauh dari kebutuhan hidup layak, karena tidak ada penghitungan riil, dan hanya bergantung pada inflasi serta pertumbuhan ekonomi.

”Belum lagi, sangat jarang perusahaan memiliki kebijakan struktur dan skala upah yang mengakibatkan semua buruh berapa pun masa kerjanya, tetap diupah sesuai upah minimum yang tidak layak,” keluhnya.

Sementara itu, selama aksi kemarin, 1.300 personel aparat Polrestabes Semarang dikerahkan untuk melakukan pengamanan. Mereka disebar di titik-titik kumpul dan lokasi aksi para buruh. “Alhamdulillah, peringatan May Day berjalan dengan tertib, aman, dan lancar. Situasi Kamtibmas secara umum kondusif,” ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji saat ditemui di lokasi pengamanan May Day, Senin (1/5).

Abioso mengatakan, jumlah peserta May Day di Kota Semarang diperkirakan mencapai ribuan orang. Mereka berasal dari Kota Semarang, Jepara, Kendal, Demak, dan Ungaran.  Pada aksi damai tersebut, para buruh menyampaikan aspirasi kepada pihak pemerintah. Setelah melakukan aksi, sekitar pukul 15.00, para buruh membubarkan diri dengan tertib. (sga/mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Literasi Digital di Era Digital

RADARSEMARANG.COM - LITERASI digital bermakna kemampuan berhubungan dengan informasi hipertekstual, dalam artian membaca non-sekuensial berbasis sistem komputer atau platform digital (Davis & Shaw, 2011)....

RS Diminta Urus Sertifikasi Syariah

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo terus berupaya meningkatkan mutu layanan di berbagai sektor sebagai bagian dari pelayanan umat. Setelah diterimanya sertifikat...

Rayakan Valentine Bagikan 500 Bunga

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Kemeriahan Hari Valentine cukup terasa di Mal Artos Magelang. Bertepatan pada 14 Februari atau yang dikenal sebagai Hari Kasih Sayang, Mal...

Penyidik Kantongi Tersangka Korupsi BRT

SEMARANG - Tersangka kasus dugaan pencurian, penggelapan, hingga korupsi di lingkungan Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang sudah di tangan penyidik...

Diyakini Ada Makam Salah Satu Pendiri Wonosobo

Masjid Al Manshur Wonosobo selalu ramai pengunjung baik pada hari-hari biasa, pengajian selapanan hingga hari-hari besar keagamaan. Masjid yang berada di Jalan Masjid Nomor...

Dorong Perbaiki Sistem Kartu Tani hingga Sosialisasi Perda Pertanian

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Suharno MM, menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan pelatihan pembuatan pupuk dan pakan ternak dengan teknologi fermentasi. KEGIATAN yang merupakan...