Tersedia 3.445 Lowongan Kerja

348
TINJAU JOB FAIR : Bupati Batang Wihaji saat meninjau salah satu stand di Job Fair, kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TINJAU JOB FAIR : Bupati Batang Wihaji saat meninjau salah satu stand di Job Fair, kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang berusaha mengurangi penggangguran di daerahnya dengan menggelar Batang Job Fair (BJF) atau bursa kerja. Dengan harapan, perusahaan lokal di Batang bisa menerima tenaga kerja dari warga lokal Batang sendiri.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih mengatakan bahwa meningkatnya jumlah penduduk berdampak pada tinggi kebutuhan lapangan kerja. Dari data yang ada, tahun 2012 tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,18 persen, meningkat menjadi 5,59 persen di tahun 2017.

“Job Fair ini kami gelar dua hari hingga 1 Mei 2018, merupakan salah satu cara Pemkab Batang mengatasi permasalahan pengangguran,” ucapnya di sela acara yang berlangsung di Pendopo Kantor Bupati Batang, Senin (30/4).

Pada Bursa kerja kali ini, kata Purwaningsih, diikuti 50 perusahaan dari berbagai daerah dengan jumlah lowongan pekerjaan mencapai 3.454. Untuk perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Batang menyediakan 1.626 lowongan dan perusahaan dari luar daerah seperti Pekalongan, Tegal dan Semarang menyediakan 1.828 lowongan.

“Bursa kerja tersebut sebagai upaya mempertemukan secara langsung pencari kerja dengan perusahaan pengguna tenaga kerja. Kami berharap akan menyerap angkatan kerja sebanyak-banyaknya, sehingga dapat menekan angka pengangguran di Batang,” harap Sri Purwaningsih.

Sementara itu, Bupati Wihaji usai membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa Job Fair merupakan puncak rangkaian hari jadi Kabupaten Batang ke-52. Pemkab berusaha memberikan kesempatan kerja bagi warga Batang. Hal ini bagian dari janji kampanye dengan menargetkan 10.000 tenaga kerja baru, karena dalam kurun waktu lima tahun.

“Pertumbuhan angkatan kerja tidak berbanding lurus dengan kebutuhan angkatan kerja. Bursa kerja ini sebagai ikhtiar kita mengundang perusahaan di Kabupaten Batang yang membutuhkan pekerja,” jelas Wihaji. (han/ida)