DOA BERSAMA : Cawagub Jateng, Ida Fauziyah melakukan khataman dan doa di Ponpes Al Fadlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Kendal, Senin malam (30/4). (ISTIMEWA)
DOA BERSAMA : Cawagub Jateng, Ida Fauziyah melakukan khataman dan doa di Ponpes Al Fadlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Kendal, Senin malam (30/4). (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL-Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng, Ida Fauziyah mengatakan bahwa silaturahmi dengan kiai dan santri meringankan bebannya dan memudahkan jalannya. Apalagi tantangannya bersama Sudirman Said dalam Pilgub Jateng tak mudah.

“Dengan bertemu para kiai maupun santri, semua menjadi ringan,” ujar Ida, mantan ketua umum Fatayat NU, saat menghadiri khataman di Ponpes Al Fadlu wal Fadhilah, Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin malam (30/4).

Pendamping Sudirman Said dalam Pilgub Jateng ini berbicara banyak hal dengan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) KH Dimyati Rois sebelum acara berlangsung. Mulai dari agendanya selama masa kampanye hingga pembicaraan tentang keluarga.

“Jawa Tengah ini basisnya pesantren, madrasah diniyah, TPQ, namun dengan basis yang kuat ini tidak dikenal sebagai provinsi santri,” kata Ketua Lembaga Ketahanan Keluarga (LKK) PBNU ini.

Ida menyebutkan bahwa jumlah ponpes di provinsi ini hampir 6.000, dengan jumlah santri sekitar 1 jutaan. Sementara jumlah madrasah diniyah (Madin) sekitar 12 ribu. “Selama ini dibiarkan saja bekerja mencerdaskan anak-anak, tapi tak mendapat apresiasi atau perhatian dari pemerintah sekarang,” katanya.

Padahal, meningkatkan sumber daya manusia (SDM) itu sangat penting. “Karena dengan SDM yang mumpuni, pembangunan akan semakin maksimal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ida juga mengenalkan pernah menjadi santri di Ponpes. “Jadi sesama santri saya juga minta tolong dalam Pilgub Jateng ini,” tambahnya.

Pengasuh Ponpes Al Fadlu wal Fadhilah Kaliwungu KH Dimyati Rois dalam ceramahnya mendoakan Ida terpilih sebagai wakil gubernur Jateng mendampingi Sudirman Said. “Semua itu karena Allah, semoga karena Allah, Bu Ida ini jadi wakil gubernur,” ujarnya. Doa KH Dimyati Rois pun langsung disambut teriakan “Amiiin” dari ratusan santri dan alumni yang hadir dalam acara tersebut. (fth/ida)