Reading Tracing Optimalkan Penilaian Diri Siswa Pada Bahasa Jawa

191
Oleh : Ninik Pujiastuti SPd
Oleh : Ninik Pujiastuti SPd

RADARSEMARANG.COM – MEMBACA adalah langkah terpenting dalam setiap memulai suatu kegiatan khususnya belajar. Hal ini dapat dikaitkan dengan kisah Rasulullah SAW ketika mendapatkan wahyu pertamanya. Malaikat jibril yang menemuinya memintanya untuk membaca, bahkan kata bacalah diulang selama tiga kali. Dengan hal ini, guru yang memiliki tanggung jawab mencerdaskan kehidupan bangsa tentunya harus mengajarkan dan membiasakan siswa untuk membaca.

Mengajarkan keterampilan membaca ini kerap kali dipandang remeh oleh sebagian guru, tidak terkecuali guru sekolah menengah. Banyak yang berpendapat bahwa siswa sekolah menengah telah mampu untuk membaca dengan baik dan benar. Pendapat inilah yang kemudian membutakan guru dan mengesampingkan keterampilan membaca dalam aktivitas belajar mengajar. Padahal, faktanya tanpa membaca dengan baik dan benar, siswa tidak akan mampu memulai dan menyelesaikan instruksi yang diberikan oleh guru. Oleh karena itu, mengajarkan dan membiasakan siswa untuk membaca dengan baik merupakan salah satu tugas guru, tidak terkecuali guru mata pelajaran bahasa.

Terdapat berbagai macam cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengajarkan dan membiasakan siswa untuk membaca, salah satunya adalah dengan reading tracing.

Reading tracing adalah salah satu upaya untuk mengetahui kemampuan membaca siswa dan dapat digunakan untuk melihat perkembangan membaca siswa. Reading tracing ini juga dapat digunakan untuk mengoptimalkan penilaian diri siswa. Penilaian diri merupakan salah satu jenis penilaian otentik yang ditekankan oleh Kurikulum 2013.

Pelaksanaan reading tracing dimulai dengan mempersiapkan bacaan yang akan digunakan pada pertemuan belajar mengajar dengan siswa. Bacaan ini diharapkan sesuai dengan materi pembelajaran pada saat itu. Hal ini dimaksudkan agar guru dan siswa tidak kehilangan fokus materi pada pertemuan tersebut. Setelah guru mempersiapkan bacaan yang akan digunakan, guru mempersiapkan alat bantu hitung waktu. Alat bantu ini digunakan untuk membatasi waktu membaca siswa.

Reading tracing ini dilaksanakan pada awal waktu. Ketika guru sudah berada dalam kelas, guru segera membagikan bacaan yang akan digunakan pada aktivitas belajar pada hari itu, atau meminta siswa membuka buku yang berisi bacaan tersebut. Setelah siswa menemukan dan memiliki bacaan tersebut, guru meminta siswa untuk mendengarkan instruksi dengan baik. Instruksi tersebut adalah siswa akan diberi waktu beberapa menit untuk membaca bacaan tersebut. Guru dapat menentukan waktunya berdasarkan berbagai standar, dapat berdasarkan diri ketika membaca bacaan tersebut atau berdasarkan panjang pendeknya bacaan. Contohnya, ketika bacaan yang diberikan berisi 4 paragraf, guru dapat memberikan batas waktu 3 menit.

Instruksi selanjutnya, siswa akan diperbolehkan membaca bacaan tersebut sampai waktu yang diberikan habis. Siswa mulai membaca sesuai dengan aba-aba yang diberikan oleh guru. Sembari menjaga waktu, guru juga mengamati siswa dengan seksama. Ketika waktu yang diberikan habis, guru meminta siswa untuk memberi tanda pada kata terakhir yang mereka baca. Setelah itu, guru meminta siswa untuk menghitung kata yang telah dibaca hingga kata akhir yang mereka baca. Setelah mereka selesai menghitung, guru meminta siswa untuk menuliskan banyak kata yang didapatkan pada bacaaan tersebut.

Reading tracing tidak berhenti pada perhitungan kata pada pertemuan tersebut. Untuk mengetahui grafik perkembangan membaca siswa, guru meminta siswa untuk membuat tabel sederhana pada buku siswa. Guru dapat meminta siswa untuk membuatnya pada halaman akhir buku tulis siswa. Tabel yang dimaksudkan berisi tanggal dan banyak kata yang dibaca. Kegiatan reading tracing ini dilakukan setiap pertemuan dengan bacaan yang berbeda, namun dalam batasan waktu yang sama. Batasan waktu yang sama ini dimaksudkan agar dapat melihat perkembangan siswa dalam membaca pada waktu yang tetap.

Guru dapat memantau perkembangan membaca siswa setiap bulannya untuk mengetahui apakah kemampuan siswa dalam membaca stabil, mengalami perkembangan atau penurunan. Selain itu, guru juga dapat mengetahui respon siswa terhadap perkembangan membaca mereka masing-masing dengan meminta mereka untuk menuliskan respon ataupun opini. Reading tracing ini dapat digunakan guru untuk menilai sikap social siswa, seperti kedisiplinan, kerja keras, dan sebagainya. Reading tracing ini merupakan salah satu usaha penilaian berkelanjutan dan penilain diri siswa, sehingga mereka dapat menemukan kelebihan dan kekurangan mereka dalam belajar, khususnya membaca. (tj3/2)

*) Guru SMP Negeri 40 Semarang