MENUNGGU : Sejumlah pedagang masih membuka lapak mereka hingga H-2 batas akhir pembongkaran. Mereka menunggu untuk pindah secara bersama-sama dengan pedagang lainnya. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENUNGGU : Sejumlah pedagang masih membuka lapak mereka hingga H-2 batas akhir pembongkaran. Mereka menunggu untuk pindah secara bersama-sama dengan pedagang lainnya. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Batas terakhir pedagang Pasar Rejomulyo Lama (Pasar Kobong) untuk pindah ke Rejomulyo baru adalah hari ini, Rabu (2/5). Sebab hari Kamis (3/5), akan dilakukan pemutusan arus listrik oleh PLN Semarang Tengah dan pengamanan aset Pasar Kobong oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Semarang. Selanjutnya para pedagang akan dibantu melakukan pembongkaran.

Sebagian pedagang ikan asin mengaku sudah nyicil memindahkan barang-barang mereka ke Pasar Rejomulyo Baru. Meski diberikan kesempatan, mereka lebih memilih tetap berjualan di Pasar Rejomulyo Lama. ”Selain luas, aksesnya lebih mudah untuk bongkar muat,” jelas Sutarno, pedagang ikan asin Pasar Rejomulyo Lama.

Di Pasar Rejomulyo Baru, para pedagang masih khawatir mengenai tempat penjemuran. Sebab, hasil tinjauan sementara, belum ada tempat yang dapat mereka manfaatkan untuk menjemur ikan asin dagangannya. ”Jualan ikan asin kan butuh tempat penjemuran. Kalau tidak, ikan akan rusak,” jelasnya.

”Di lantai dua sepertinya ada, hanya saja saat ini dipakai untuk parkir dan para pedagang pancakan. Semoga saja nanti ada pembagian yang enak ketika sudah pindah,” harapnya.

Meski demikian, pedagang akan mengikuti aturan pemerintah. Mereka akan pindah dan menyesuaikan keadaan yang ada. ”Ya pindah saja dulu. Kami juga belum tahu seperti apa kalau belum pindah,” ujar Nur, pedagang ikan asin lainnya.

Sementara itu, beberapa pedagang masih enggan pindah. Bahkan ada yang mengancam pindah ke daerah Demak jika tetap dilakukan pembongkaran. Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menjelaskan bahwa semua persoalan harus dikomunikasikan dengan baik. Termasuk relokasi pedagang Pasar Rejomulyo ini. ”Ini harus dikomunikasikan dengan para pedagang. Pasar saat ini sudah jadi, jangan sampai para pedagang tidak mau menempati, karena ada ketidakpuasan terkait akses lapak,” jelasnya.

Ia meminta ada win-win solution antara pedagang dengan Pemkot Semarang. Kepada sejumlah pedagang yang menolak, ia meminta agar tidak serta merta tidak mau menempati Pasar Rejomulyo Baru tanpa alasan tepat. Jika memang pasar yang ada belum memenuhi kebutuhan pedagang, ia minta agar pemerintah bisa menyempurnakan. ”Eman-eman. Bangunan yang sudah dibiayai dengan uang rakyat jangan sampai mangkrak. Solusinya mereka pindah, nanti disempurnakan lagi kekurangannya. Kami akan dorong penyempurnaannya,” jelas politisi PDIP ini.

Tentang persoalan ini, Mas Pri -sapaan akrabnya- meminta agar pemerintah bisa menjadikannya sebagai pelajaran ke depan. Ketika melakukan pembangunan, hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. ”Ini sebenarnya pemkot sudah membangunkan dengan representatif tapi kurang sesuai. Sehingga nantinya ketika membangun harus dikomunikasikan dulu,” jelasnya. (sga/ida)