Meretas Peran Siswa dalam Proses Belajar Mengajar

944
Oleh : Indah Nursolekhati, M.Pd.
Oleh : Indah Nursolekhati, M.Pd.

RADARSEMARANG.COM – Siswa merupakan subjek belajar yang harus didengarkan dan diperhatikan serta dipertimbangkan keinginan dan kebutuhannya dalam merencanakan maupun menentukan kebijakan pengelolaan proses belajar mengajar (PBM) di sekolah. Kondisi umum maupun perseorangannya sekaligus aspirasinya tidak boleh lepas dari perhatian guru.

Kebiasaan untuk mampu mendengarkan dan memahami aspirasi siswa harus dibudayakan oleh guru sebagai organisator dalam proses belajar mengajar. Namun perlu disadari, keberhasilan dalam proses belajar mengajar dituntut peran serta siswa secara positif untuk bersama mewujudkan proses belajar mengajar yang intensif.

Beberapa hal yang diperlukan untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran meliputi Beberapa aspek. Yaitu kepribadian, kedisiplinan, motivasi, visi, persepsi dan komitmen.

Kepribadian adalah sifat sesungguhnya yang tercermin pada sikap seseorang atau bagian dari manusia yang hakiki dan sangat unik karena memiliki kecenderungan untuk merespon sesuatu. Dengan memahami dan mengetahui kepribadian, siswa dapat lebih mengoptimalkan proses belajar mengajar.

Kedisiplinan adalah hal menaati tata tertib di segala aspek kehidupan, baik segi budaya, pergaulan, sekolah, dan lain-lain. Kedisiplinan merupakan kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku individu yang menunjukkan nilai–nilai ketaatan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Kedisiplinan yang tinggi dalam belajar akan diperoleh prestasi belajar yang tinggi pula.

Motivasi sebagai suatu perubahan energi dalam diri yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Adanya motivasi pada siswa maka ia akan belajar lebih rajin dan semangat dalam mengikuti pelajaran, karena motivasi mengandung nilai–nilai yang paling penting untuk meningkatkan kinerja prestasi siswa agar bisa bersaing dengan sehat.

Visi adalah gambaran–gambaran situasi atau karakteristik mengenai hal–hal yang ingin dicapai dalam waktu yang panjang. Memiliki visi yang jelas adalah suatu keharusan agar belajar lebih bergairah pada saat mengikuti proses belajar mengajar. Dengan memiliki visi seorang siswa akan dapat memvisualisasi mimpi masa depannya secara rapi. Adanya visi dalam diri siswa adalah satu keniscayaan dan harga mati.

Persepsi merupakan stimulan yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera. Persepsi siswa terhadap suatu pelajaran sangat penting karena dengan memiliki persepsi yang baik maka prestasi belajar yang diharapkan dapat tercapai dengan baik.

Komitmen adalah konsisten terhadap tujuan yang hendak dicapai. Pentingnya komitmen tinggi adalah memiliki kemauan yang keras untuk menuju suatu keberhasilan. Dengan demikian siswa yang memiliki komitmen tinggi terhadap tujuan belajarnya, ia berkemauan keras dalam menyelesaikan tugas–tugas belajar, tidak menunda-nunda tugas, rajin, tekun dalam belajar sehingga mencapai hasil yang maksimal.

Apabila aspek–aspek di atas dipatuhi siswa, tentu dapat menghasilkan prestasi yang optimal. Perlu dipahami bersama bahwa keberhasilan dalam proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh keterlibatan atau partisipasi subjek belajar secara sadar dan intens serta bersungguh-sungguh dalam setiap proses pembelajaran yang dijalaninya. Pemahaman terhadap kondisi anak didik yang memerhatikan berbagai hal tentang diri siswa, termasuk kekurangan dan kelebihannya, dengan dijiwai oleh semangat asah, asih, dan asuh merupakan kebijakan terbaik untuk mendorong dan mewujudkan keberhasilan siswa dalam belajar untuk meraih prestasi yang gemilang.

Guru SMA Negeri 1 Muntilan