Dewangga Buka Layanan Haji Plus

Setelah Lima Tahun Layani Umrah

919
PERESMIAN KANTOR : Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemprov Jateng, Imam Ihwandi mewakili Plt Gubernur meresmikan Kantor Pelayanan Dewangga Lil Hajj wal Umroh di Jalan Setiabudi Kota Semarang, kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERESMIAN KANTOR : Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemprov Jateng, Imam Ihwandi mewakili Plt Gubernur meresmikan Kantor Pelayanan Dewangga Lil Hajj wal Umroh di Jalan Setiabudi Kota Semarang, kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Program haji plus akan menarik minat masyarakat, setelah pemerintah mengeluarkan waktu daftar tunggu bagi haji regular hingga 21 tahun. Sedangkan bagi haji plus, masa tunggu hanya lima sampai enam tahun.

“Jadi sebagai penyelenggara haji swasta, tentunya harus membantu pemerintah dalam penyelengaraan haji,” kata Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Jateng, Imam Ihwandi mewakili Plt Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko dalam peresmian Kantor Pelayanan Dewangga Lil Hajj wal Umroh di Jalan Setiabudi Kota Semarang, kemarin.

Imam Ihwandi menambahkan bahwa Pemprov Jateng mendapatkan 34.479 kuota haji dari total 221 ribu kuota nasional di tahun 2018. Dari jumlah tersebut, 30 ribu di antaranya merupakan peserta haji reguler atau diselenggarakan pemerintah. Sementara empat ribuan kuota lainnya adalah kursi haji plus yang diselenggarakan pihak swasta.

“Jadi total kuota haji plus di Indonesia ada 17 ribu jamaah dan empat ribu di antaranya dari Jateng. Untuk itu, penyelenggara haji plus akan memberikan pelayanan secara maksimal dan menjaga kualitas layanan haji yang diberikan,” tambahnya.

Pihaknya berharap, biro travel haji yang semakin menjamur di Jateng, harus tetap menjaga kualitasnya. Apalagi Dewangga Lil Hajj wal Umroh yang sudah lima tahun melayani jasa perjalanan umrah, tahun ini kali pertama melayani haji plus. “Kami berharap, agar tetap bisa menjaga kepercayaan masyarakat dan meningkatkan pelayanan,” katanya.

Kepala Kemenag Kota Semarang, M Habib mengatakan bahwa pengelolaan dan pembayaran haji plus bersifat khusus. Artinya biro perjalanan harus melaksanakan secara khusus, misalnya masalah perjalanan kemudian faktor kedekatan, melayani masyarakat, membela dan melindungi klien harus maksimal. “Apa yang menjadi kepercayaan masyakat dan pemerintah, harus dilakasanakan dengan baik,” katanya.

Direktur Utama Dewangga Lil Hajj wal Umroh, Endro Dwi Cahyono mengatakan dua pekan silam pihaknya baru mendapatkan izin melaksanakan haji plus. Tentunya akan memberikan kualitas jasa haji plus yang sepadan dengan pelayanan jamaah umrah selama ini.

“Meski selama lima tahun belum secara resmi memperkenalkan program layanan haji plus, namun sudah ada enam jamaah yang antre untuk mendaftar. Yakni dua dari Solo dan empat dari Pati. Hal itu begitu memacu kami untuk selalu memberikan layanan yang terbaik,” katanya. (hid/ida)