Cinta Batik dan Traveling

247
Thea Liony Triasno (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
Thea Liony Triasno (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – SEBAGAI penggemar traveling, Thea Liony Triasno pun ingin ikut berkontribusi dalam memajukan pariwisata Kota Seamrang. Thea –sapaan akrabnya– baru-baru ini menyandang predikat sebagai Juara Harapan 3 dalam ajang Denok Kenang Kota Semarang 2018. Ia pun bertekad untuk lebih gencar mempromosikan wisata yang ada di Kota Lunpia ini.

“Saya mengikuti ajang ini sebenarnya dorongan untuk bisa mengenal diri saya lebih dalam lagi, apakah masih ada yang bisa saya kembangkan. Meskipun hanya juara harapan, tetapi saya ingin bisa memajukan wisata Semarang,” ungkap dara kelahiran 30 Juni 1997 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (1/5).

Menurut Thea, anak muda di Semarang saat ini cenderung tidak tertarik pada wisata lokal di daerahnya. Kebanyakan justru ‘kabur’ ke luar kota, seperti Jogja, Solo, Bandung dan lainnya. Padahal, Semarang termasuk kota yang memiliki destinasi wisata cukup lengkap.

“Mulai dari wisata religi, alam hingga wisata tematik. Meski memang beberapa di antaranya kurang perawatan dari segi infrastruktur,” ujarnya yang juga aktif sebagai presenter TVRI Jateng ini.

Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) ini mengaku tak ingin muluk-muluk dalam mempromosikan Kota Semarang. Namun, ia akan lebih memfokuskan kampanye cinta terhadap kain kebanggaan Indonesia, yakni Batik.

“Karena tanpa adanya kesadaran dari diri sendiri, akan mudah terpengaruh budaya barat. Karena kita tahu, remaja sekarang ini jarang menggunakan batik, padahal dari seluruh proses batik itu sendiri sangat-sangat indah dan susah,” tuturnya.

Bagi Thea, dengan mulai mencintai budaya sendiri, maka dengan sendirinya prestasi akan mengikuti. Hal tersebut dibuktikan dengan kecintaannya terhadap batik yang membuatnya mengetahui sejarah hingga macam jenis batik Indonesia, khususnya Jawa Tengah. “Kalau kita mau pakai batik justru terlihat lebih anggun. Menghargai budaya sendiri itu nanti akan membuat kita tahu bagaimana caranya membuat diri kita untuk berprestasi,” tandasnya. (tsa/aro)