MAY DAY : Ribuan buruh memadati Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Ungaran untuk mengikuti jalan sehat sebagai bagian dari perayaan hari buruh (May Day), Selasa (1/5) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MAY DAY : Ribuan buruh memadati Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Ungaran untuk mengikuti jalan sehat sebagai bagian dari perayaan hari buruh (May Day), Selasa (1/5) kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Perayaan hari buruh atau May Day di Kabupaten Semarang berbeda dengan wilayah lain, Selasa (1/5) kemarin. Tidak demo, ribuan buruh di Kabupaten Semarang justru memilih melakukan jalan sehat bersama.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Semarang, Moch Riyanto menjelaskan peringatan May Day tanpa aksi demo tersebut diinisiasi oleh serikat pekerja sendiri. “Kami hanya memfasilitasi, namun dengan May Day yang damai seperti ini, justru lebih baik,” ujar Riyanto.

Kegiatan jalan sehat dipusatkan di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Ungaran. Sedikitnya 75 perusahaan di Kabupaten Semarang ikut andil dengan mengirimkan pekerjanya. Masing-masing perusahaan ada yang mengirimkan 50 peserta. Khusus Ungaran Sari Garment (USG) sampai 2.700 karena memiliki jumah karyawan sebanyak 13.000 orang.

Jalan sehat ini menempuh jarak 5 kilometer. Start dari Alun-Alun Bung Karno, kemudian melewati Jalan MT Haryono, Letjen Suprapto dan kembali menuju alun-alun. Kegiatan atas kerja sama dengan Polres Semarang ini, memperebutkan hadiah utama mobil. “Mosok memperingati ulang tahun kok mencekam pakai demo. Ini kesempatan bersama, makanya digelar jalan sehat,” ujarnya.

Bupati Semarang, Mundjirin yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan peringatan May Day dengan jalan sehat jauh lebih bermanfaat dan bermartabat. “Paling tidak kita berbaur bersama-sama antara pengusaha, Apindo, pemerintah dan para pekerja seperti ini. Dengan demikian, orang akan merasakan kedamaian,” kata Mundjirin.

Dampak positif lain, para investor yang sebelumnya ragu menanamkan modal di Kabupaten Semarang, kini semakin berani dan yakin. Mengingat suhu pekerja di Kabupaten Semarang saat ini kondusif.

Sementara itu, buruh di Demak yang tergabung dalam serikat pekerja melakukan aksi damai di Stadion Pancasila. Start dari Jalan Raya Karangawen, Onggorawe hingga Kota Demak. Ketua Aliansi Buruh, Ganjar Puspito mengatakan, melalui serikat pekerja perjuangan buruh masih panjang, utamanya untuk hidup sejahtera. Karena itu, tuntutan upah layak terus disuarakan termasuk melalui hari buruh atau May Day. “Buruh ingin hidup sejahtera. Kami terus berjuang menuntut upah minimal kabupaten dan sektoral,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Pemkab Demak, Eko Pringgolaksito mengungkapkan, buruh memiliki andil besar dalam pembangunan daerah. Karena itu, Pemkab Demak tetap berupaya memfasilitasi kepentingan buruh dan pengusaha. “Dengan demikian, terjadi harmonisasi antara pekerja dan pemberi kerja, khususnya dalam ikut menjaga iklim usaha agar tetap kondusif,”ujar Eko. (ewb/hib/ida)