Buruh dan Pengusaha Tabur Bunga di TMP

115
MAY DAY : Buruh dan pengusaha di Kota Magelang bersama-sama tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Giriloyo, Selasa (1/5) pagi. (Agus Hadianto/ Radar Kedu)
MAY DAY : Buruh dan pengusaha di Kota Magelang bersama-sama tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Giriloyo, Selasa (1/5) pagi. (Agus Hadianto/ Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Memperingati May Day, puluhan pengusaha dan buruh di Kota Magelang mengadakan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giriloyo, Karet, Kota Magelang.

“Hari buruh adalah hari perjuangan bagi para buruh, sehingga seluruh komponen buruh di Kota Magelang memiliki inisiatif untuk mengenang arwah para pahlawan. Dengan berziarah maka di kemudian hari kami mempunyai spirit yang sama, perjuangan yang sama yaitu menyejahterakan dan memajukan bangsa,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Magelang, Edi Sutrisno, Selasa (1/5) usai ziarah.

Edi menuturkan, selain ziarah di Taman Makam Pahlawan, pihaknya juga akan melaksanakan bakti sosial berupa santunan anak yatim piatu dan donor darah. Edi berpendapat hari buruh merupakan hari perjuangan yang tidak harus diwarnai dengan aksi turun ke jalan. Meski demikian, menurut Edi, buruh memiliki peran penting dalam pembangunan.

“Ini pertanda buruh di Kota Magelang memiliki spirit kebangsaan yang kuat. Karena buruh adalah aset bangsa yang bisa turut berpartisipasi dalam pembangunan serta mendukung kebijakan. Hari buruh tidak harus identik dengan hal yang mengacu pada tuntutan melulu,” papar Edi.

Sementara itu, empat serikat buruh di Kabupaten Magelang memilih merayakannya dengan kegiatan outbound. Outbound terpusat di Balkondes Wringinputih, Selasa (1/5).

Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Magelang, Suparno mengungkapkan, kegiatan yang mengusung tema May Day is Fun Day sengaja dibuat acara yang gembira. Menurut dia, upah minimun Kabupaten Magelang, memang belum sepenuhnya bisa diandalkan untuk kesejahteraan buruh. Namun untuk wilayah Jawa Tengah bagian selatan sudah termasuk tertinggi, meskipun masih kalah dengan Cilacap. “UMK terbesar di Jawa Tengah bagian selatan. Kalah dengan Cilacap. dikarenakan di Cilacap ada perminyakan tenaga kerja asing. UMK di Kabupaten Magelang Rp 1,742 juta. Sedangkan di Cilacap sudah Rp 1.841.209,” papar Suparno.

Suparno juga meminta pemerintah fair mengatur pekerja asing yang berdampak kurang baik kepada pekerja lokal. Ia berharap untuk pekerja asing diambil yang mempunyai skill khusus.

“Tahun ini belum kelihatan di Kabupaten Magelang ada pekerja asing. Pada tahun kemarin ada 2 pekerja asing yang dideportasi dan kami terus pantau hal tersebut melalui jaringan serikat pekerja. Kami berharap perpres soal tenaga asing harap ditinjau kembali, supaya tenaga lokal bisa banyak terserap,” harapnya. (had/san/lis)