Saya mau minta kepastian anggaran dahulu. Secara teknis, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran tanah semua.

Wibowo Prasetyo –Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembebasan lahan proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) atau jalur lingkar luar Semarang hingga saat ini terganjal kesiapan anggaran. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang mengklaim telah menyelesaikan tugas teknis pengukuran tanah di lahan SORR.  Namun hingga sekarang, anggaran APBD Kota Semarang yang sedianya digunakan untuk membayar pembebasan lahan tersebut belum siap. Praktis, proses pembebasan lahan menjadi terkatung-katung.

“Saya mau minta kepastian anggaran dahulu. Secara teknis, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran tanah semua. Saya akan konfirmasi dahulu ke Pemkot Semarang terkait hal tersebut,” kata Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kota Semarang, Wibowo Prasetyo, kemarin.

Menurut pengakuan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, saat ini telah dianggarkan Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan proyek SORR. Namun, menurut Wibowo, dari hasil perencanaan, dana sebesar itu belum mencukupi.

“Jelas tidak mencukupi. Pada prinsipnya, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran semuanya. Kami akan mengirim surat ke Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang untuk mengonfirmasi kesiapan anggaran pembebasan lahan,” ujarnya.

Secara administrasi, lanjut dia, pembebasan lahan SORR tidak ada masalah berarti. “Meski ada beberapa lahan sengketa, tapi semuanya bisa diselesaikan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012. Justru yang menjadi pertanyaan besarnya adalah kesiapan anggaran. Makanya dalam waktu dekat kami akan mengonfirmasi terkait kesiapan anggaran,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, telah melakukan pembayaran beberapa lahan di Kelurahan Wates. “Sebagian lahan di Kelurahan Wates sudah dibayar. Hal masih banyak lahan yang belum dibebaskan,” ujarnya.

Dampak belum adanya anggaran tersebut membuat BPN Kota Semarang tidak bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. “Kondisi ini membuat kami bingung,” katanya.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Saelan, mengakui, hingga saat ini proyek SORR masih dalam proses pembebasan lahan. “Pembebasan lahan belum apa-apa, sebagian sudah dibayarkan. Belum ada 10 persen yang sudah dibebaskan,” ujarnya.

Saat ini, lahan yang sudah dilakukan pembayaran berada di proyek SORR lingkar selatan, yakni di daerah Kelurahan Wates yang merupakan bagian ruas jalur lingkar antara Mangkang hingga Mijen.

“Total pembebasan lahan di wilayah kelurahan tersebut membutuhkan kurang lebih Rp 49 miliar. Saat ini, baru dibayarkan kurang lebih Rp 10 miliar. Kalau totalnya nanti kurang lebih membutuhkan Rp 350 miliar,” katanya.

Secara pararel, lanjut Saelan, pembebasan lahan juga sedang dalam proses appraisal di wilayah SORR lingkar utara di tiga kelurahan yang membutuhkan kurang lebih Rp 181 miliar. “Proses di keduanya, baik SORR utara dan selatan sedang berjalan. Di Kelurahan Podorejo, Ngadirgo, dan Gondoriyo juga sedang diproses appraisal,” ujarnya.

Ia mengakui, pembebasan lahan terkendala membutuhkan anggaran cukup banyak. Sedangkan anggaran Pemkot Semarang terbatas, dan dibagi-bagi untuk pekerjaan proyek lain. “Selain itu administrasi lahan warga ada yang sengketa, dijual ke orang lain dan dibalik nama dan lain-lain. Targetnya hingga akhir 2018 ini bisa lancar,” katanya. (amu/aro)