33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Anggaran Pemkot Tak Siap

Pembebasan Lahan SORR Terkatung-katung

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Saya mau minta kepastian anggaran dahulu. Secara teknis, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran tanah semua.

Wibowo Prasetyo –Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembebasan lahan proyek Semarang Outer Ring Road (SORR) atau jalur lingkar luar Semarang hingga saat ini terganjal kesiapan anggaran. Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang mengklaim telah menyelesaikan tugas teknis pengukuran tanah di lahan SORR.  Namun hingga sekarang, anggaran APBD Kota Semarang yang sedianya digunakan untuk membayar pembebasan lahan tersebut belum siap. Praktis, proses pembebasan lahan menjadi terkatung-katung.

“Saya mau minta kepastian anggaran dahulu. Secara teknis, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran tanah semua. Saya akan konfirmasi dahulu ke Pemkot Semarang terkait hal tersebut,” kata Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Kota Semarang, Wibowo Prasetyo, kemarin.

Menurut pengakuan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, saat ini telah dianggarkan Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan proyek SORR. Namun, menurut Wibowo, dari hasil perencanaan, dana sebesar itu belum mencukupi.

“Jelas tidak mencukupi. Pada prinsipnya, BPN Kota Semarang telah melakukan pengukuran semuanya. Kami akan mengirim surat ke Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang untuk mengonfirmasi kesiapan anggaran pembebasan lahan,” ujarnya.

Secara administrasi, lanjut dia, pembebasan lahan SORR tidak ada masalah berarti. “Meski ada beberapa lahan sengketa, tapi semuanya bisa diselesaikan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012. Justru yang menjadi pertanyaan besarnya adalah kesiapan anggaran. Makanya dalam waktu dekat kami akan mengonfirmasi terkait kesiapan anggaran,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, telah melakukan pembayaran beberapa lahan di Kelurahan Wates. “Sebagian lahan di Kelurahan Wates sudah dibayar. Hal masih banyak lahan yang belum dibebaskan,” ujarnya.

Dampak belum adanya anggaran tersebut membuat BPN Kota Semarang tidak bisa melanjutkan ke tahap selanjutnya. “Kondisi ini membuat kami bingung,” katanya.

Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Saelan, mengakui, hingga saat ini proyek SORR masih dalam proses pembebasan lahan. “Pembebasan lahan belum apa-apa, sebagian sudah dibayarkan. Belum ada 10 persen yang sudah dibebaskan,” ujarnya.

Saat ini, lahan yang sudah dilakukan pembayaran berada di proyek SORR lingkar selatan, yakni di daerah Kelurahan Wates yang merupakan bagian ruas jalur lingkar antara Mangkang hingga Mijen.

“Total pembebasan lahan di wilayah kelurahan tersebut membutuhkan kurang lebih Rp 49 miliar. Saat ini, baru dibayarkan kurang lebih Rp 10 miliar. Kalau totalnya nanti kurang lebih membutuhkan Rp 350 miliar,” katanya.

Secara pararel, lanjut Saelan, pembebasan lahan juga sedang dalam proses appraisal di wilayah SORR lingkar utara di tiga kelurahan yang membutuhkan kurang lebih Rp 181 miliar. “Proses di keduanya, baik SORR utara dan selatan sedang berjalan. Di Kelurahan Podorejo, Ngadirgo, dan Gondoriyo juga sedang diproses appraisal,” ujarnya.

Ia mengakui, pembebasan lahan terkendala membutuhkan anggaran cukup banyak. Sedangkan anggaran Pemkot Semarang terbatas, dan dibagi-bagi untuk pekerjaan proyek lain. “Selain itu administrasi lahan warga ada yang sengketa, dijual ke orang lain dan dibalik nama dan lain-lain. Targetnya hingga akhir 2018 ini bisa lancar,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Pertanian di Bantaran Kalibodri Dibabat

KENDAL—Berbagai tanaman produktif milik petani di Bantaran Sungai Kalibodri dipangkas oleh petugas gabungan dari Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Penataan Ruang Bodri Kuto...

Kasus Suteki, DKKE Masih Kumpulkan Bukti

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kasus keterlibatan salah satu guru besar Universitas Diponegoro (Undip) terus bergulir. Meski demikian, Undip masih belum memutuskan sanksi pada Prof Suteki, yang disebut...

Dewan Pengupahan Ngotot Gunakan PP 78

SEMARANG - Setelah berbincang dengan Serikat Pekerja beberapa waktu lalu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berdiskusi dengan Dewan Pengupahan Jateng untuk menentukan besaran kenaikan Upah...

Mendesak, Keberadaan TACB

PENETAPAN status cagar budaya pada bangunan bersejarah, kerap menemui kendala. Salah satunya, belum adanya Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di tingkat kabupaten/kota yang bertugas...

Pasien DBD Mulai Muncul

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Memasuki musim penghujan di tahun 2018 ini, masyarakat Kota Salatiga diminta untuk mewaspadai berjangkitnya demam berdarah dengue (DBD). Meski di tahun...

Selasa Pamitan, Kamis Ditemukan Tewas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pembunuhan terhadap Debora Sriani Setiawati, 50, masih misterius. Aparat Reskrim Polrestabes Semarang masih mengusut tuntas pelaku pembunuhan wanita yang sehari-hari menjadi guru SMP...