Kembangkan Potensi 229 Desa Wisata

63
KEMBANGKAN WISATA : Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana dalam Dialog Parlemen Jateng dengan tema
KEMBANGKAN WISATA : Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana dalam Dialog Parlemen Jateng dengan tema "Pengembangan Desa Wisata" di Hotel Pandanaran. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemprov harus benar-benar mengembangkan potensi wisata yang ada di desa se Jateng. Sebab, potensi tersebut sangat menarik mengingat setiap desa memiliki ciri khas atau kearifan lokal masing-masing. Saat ini setidaknya lebih dari 400 desa memiliki potensi wisata untuk dikembangkan.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Hardiana mengatakan, sumber daya alam dan kebudayaan yang ada di Jateng tidak kalah dengan yang ada di luar. Sehingga potensi pengembangannya masih perlu didorong. “Hampir setiap desa memiliki keunikan dan kearifan lokal. Jika ini dikelola pasti akan menjadi daya tarik wisatawan yang menarik,” katanya dalam Dialog Parlemen Jateng dengan tema “Pengembangan Desa Wisata” di Hotel Pandanaran, kemarin.

Ia menambahkan, berbagai kearifan lokal di desa harus tetap dilestararikan dan dijaga. Untuk itu, saat ini sedang dibentuk peraturan daerah (perda) mengenai pemberdayaan wisata Jateng. Perda itu nantinya sebagai benteng dan untuk melindungi masyarakat desa dan memberikan dampak ekonomi untuk masyarakat. “Masyarakat harus dilibatkan, agar mereka tahu potensi besar yang ada di desa masing-masing. Jika ini digarap maksimal tentu akan bisa mendongkrak wisatawan dan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng, Prambudi Trajutrisno mengatakan, potensi desa wisata di Jateng sangat banyak. Saat ini setidaknya sudah ada 229 desa wisata yang terdaftar dari 400 potensi desa wisata di Jateng. Ia mengapresiasi adanya rencana Perda Pemberdayaan Wisata di wilayah Perdesaan. Dengan demikian keberadaan peraturan tersebut akan lebih menguatkan program pengembangan Desa Wisata di Jateng. “Sejauh ini dalam pengembangan desa wisata masih butuh adanya penguatan modal, kelembagaan, penguatan infrastruktur dan objek wisata,” katanya. (fth/ric)

Silakan beri komentar.