70 Warga Keracunan Masal

Diduga Akibat Santap Nasi Kotak

138
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Wisata yang dilakukan warga Dukuh Karangduwet RT 04 RW 02  Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Salatiga berakhir pilu. Ini setelah 70 dari 96 warga yang ikut wisata tersebut mengalami keracunan masal. Mereka mengalami gejala lemas, diare, mual, muntah, dan demam.

Dari 70 korban keracunan, 20 orang di antaranya dirujuk ke RSUD Salatiga dan 2 orang ke RS DKT dr Asmir. Hingga sore kemarin, setelah mendapatkan perawatan medis, sebagian di antaranya sudah diizinkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Pihak Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa ke laboratorium.

Keterangan yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang menyebutkan, keracunan masal itu berawal Minggu (29/4) pukul 06.00 lalu. Saat itu, 96  warga Karangduwet berwisata ke Jogjakarta. Objek wisata yang dikunjungi, di antaranya Tebing Breksi, Pantai Sepanjang dan kawasan Malioboro. Mereka berangkat naik dua bus Blue Star.

Setelah sempat mengunjungi objek wisata, sekitar pukul 13.30, rombongan makan siang dengan bekal nasi kotak yang dibawa dari Salatiga. Menunya, nasi putih, galantin, bandeng, dan kering tempe, yang dimasak oleh warga setempat.

Selesai makan siang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sepanjang Gunungkidul. Hingga akhirnya pada pukul 20.00, rombongan makan malam di RM Ayam Goreng Kalasan dengan menu sop ayam, ayam goreng dan lalapan. Setelah itu, rombongan pulang ke Salatiga, dan tiba sekitar pukul 23.00.

Keesokan harinya, Senin (30/4) pagi, Lukman, salah satu warga yang ikut piknik, mengeluh mual dan diare. Hal itu diinformasikan ke warga lainnya. Tak diduga, sejumlah warga lain juga mengeluhkan hal yang sama, yakni mual, diare, pusing, dan demam.

“Warga kemudian memeriksakan diri ke Puskesmas Sidorejo Kidul, dan diduga mengalami keracunan makanan,” jelas Yanti, 40, salah satu warga saat ditemui di IGD RSUD Salatiga, sore kemarin.

Yanti sendiri tidak mengalami gejala tersebut. Namun anaknya, Khalid, 10, mengalami demam dan mual. Oleh petugas puskesmas, para pasien sebagian dirujuk ke RSUD untuk penanganan medis lebih lanjut. Kemarin, sisa nasi kotak masih dalam proses pemeriksaan laboratorium oleh pihak Puskesmas Sidorejo Kidul dan DKK Kota Salatiga. Petugas Puskesmas Sidorejo Kidul dan DKK Kota Salatiga juga melakukan pendataan dan pengobatan kepada para korban, serta membuka posko di rumah warga.

Dokter jaga IGD RSUD Salatiga, dr Frenky, menuturkan, warga datang bergantian dengan keluhan yang sama. Pihaknya belum bisa memastikan penyebabnya, namun dari gejala yang dialami para korban, mengarah kepada keracunan makanan.

“Ada beberapa yang kembali segar setelah diberikan infus. Mereka diizinkan pulang dan menjalani rawat jalan. Sementara beberapa warga yang mengalami demam tinggi, harus dirawat inap untuk diberikan penanganan medis dan observasi,” terang dr Frenky di sela pemeriksaan korban keracunan kemarin.

Data yang dihimpun koran ini, sebanyak 20 warga dirujuk ke IGD RSUD Salatiga, dengan rincian 15 pasien dewasa dan 5 anak-anak. Sementara dua warga lainnya dirawat di RS DKT dr Asmir.

Kepala DKK Salatiga, dr Zuraidah, menyatakan, penyebab keracunan diduga kuat dari nasi kotak yang dimasak warga. Pasalnya, nasi kotak tersebut disiapkan dinihari, dan dimakan siang hari.

“Dugaan penyebab keracunan adalah nasi dus yg dimasak sendiri oleh warga setempat. Kemungkinan kuman bakteri yang sudah berkembang biak karena sudah lebih dari 6 jam,” terang Zuraidah melalui telepon pribadinya.

DKK, kata dia, telah mengambil sampel makanan, muntahan, dan faeses warga untuk dikirim ke Balai Laboratoirum Kesehatan (Balabkes) Dinas Kesehatan Provinsi Jateng di Semarang. (sas/aro)