Napak Tilas Perkembangan Agama Melalui Wisata Religi 

Pesona Magelang

713
RAMAI : Setiap hari ratusan peziarah memadati kawasan komplek Pemakaman Gunung Pring Muntilan Kabupaten Magelang. Pengunjung bisa membludak di waktu tertentu. (ISTIMEWA)
RAMAI : Setiap hari ratusan peziarah memadati kawasan komplek Pemakaman Gunung Pring Muntilan Kabupaten Magelang. Pengunjung bisa membludak di waktu tertentu. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – KABUPATEN Magelang memiliki banyak potensi di dunia pariwisata. Selain wisata alam, heritage dan wisata buatan, ada pula wisata religi. Banyak tempat yang setiap harinya ramai dikunjungi para peziarah.

Hal ini tidak lepas dari sejarah perkembangan peradaban agama di Kabupaten Magelang. Tidak hanya Islam, ada juga tempat ziarah bagi umat beragama Buddha dan Katolik.

Sebut saja beberapa di antaranya adalah wisata religi Makam Gunungpring di Desa Gunungpring, Kecamatan Muntilan, Makam Sunan Geseng di Kecamatan Grabag, Makam Mbah Kyai Mangli di Kecamatan Ngablak. Ada juga Makam KH Chudlori di Tegalrejo dan Syeikh Nur Muhammad, Kadiwongso, Salaman. Juga di puncak Gunung Andong yang dikenal dengan Makam Mbah Pekik.

Tidak hanya makam para aulia atau tokoh agama saja, ada juga tempat bersejarah bekas penyebaran agama Islam yang ramai dikunjungi. Seperti Langgar Agung petilasan Pangeran Diponegoro dan Masjid Agung Payaman yang pernah jadi pusat penyebaran agama Islam ratusan tahun silam.

Wisata religi agama Katolik juga ada di Kabupaten Magelang. Tepatnya di Komplek Van Lith Kecamatan Muntilan. Tempat ini jadi bagian tak terpisahkan perkembangan agama dan pendidikan Katolik pada akhir abad ke-19. Di hari hari tertentu, komplek ini ramai dipenuhi para peziarah dari dalam maupun luar kota.

Tak hanya itu, perkembangan agama Buddha juga pernah besar di Kabupaten Magelang. Buktinya banyak peninggalan sejarah berupa candi-candi Buddha yang masih terawat hingga saat ini. Setiap tahunnya, Kabupaten Magelang menjadi pusat kegiatan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak. Ratusan ribu umat Buddha dari berbagai wilayah di Indonesia dan belahan dunia berdatangan. Prosesi keagamaan itu biasa di pusatkan di dua candi. Yakni Candi Mendut dan Candi Agung Borobudur.

“Kita memiliki banyak sekali potensi wisata religi yang ramai dikunjungi. Ke depan Pemkab Magelang akan terus melakukan penataan dan pengembangan wisata ini,” kata Pj Bupati Magelang Tavip Supriyanto.

Secara berkala, kata dia, Pemkab Magelang bersama dinas terkait baik Provinsi Jateng maupun Kementrian terkait terus bersinergi. Melakukan penataan dan pengembangan kawasan wisata religi ini. “Kita ingin wisatawan bisa nyaman dan betah di Kabupaten Magelang. Dengan demikian perkembangan perekonomian juga akan tumbuh,” papar dia.

Wisata religi Makam Gunungpring di Desa Gunungpring, Muntilan misalnya, rata-rata setiap hari mampu menyedot seribu sampai 2 ribu peziarah. Sedang omzet per hari para pedagang kios di sepanjang anak tangga menuju makam di puncak bukti mampu meraup omzet jutaan rupiah. ”Kalau ramai, sehari bisa Rp 1 juta – 1,5 juta. Sepi-sepinya hanya Rp 500 ribu per minggu,” kata pedagang souvenir di kompleks makam, Sigit Purnomo.

Di kaki Gunung Andong tepatnya di Desa Tirto, Grabag juga tak kalah ramai. Di sana terdapat makam Sunan Geseng atau sering disebut Eyang Cakrajaya. Selain di Magelang, makam Sunan Geseng yang merupakan murid dari Sunan Kalijaga juga diyakini ada di Tuban dan Jogjakarta. Sepanjang perjalanan menuju makam, wisatawan atau peziarah akan disuguhi pemandangan Gunung Andong hingga hamparan persawahan. Dari Desa Tirto dibutuhkan waktu sekitar 10 menit berjalan menyusuri puluhan anak tangga yang cukup lebar.

Masih di Gunung Andong, tepatnya di sisi selatan puncak gunung terdapat makam Kiai Abdul Faqih atau Ki Joko Pekik. Seorang tokoh yang oleh masyarakat setempat sangat dihormati.

Sebagian besar masyarakat Magelang sudah tidak asing dengan Kiai Haji Hasan Asy’ari atau Mbah Mangli. Beliau semasa hidup dikenal aktif berdakwah, syiar agama Islam di berbagai wilayah dan mendidik umat lewat pondok pesantren. Kebanyakan wisata religi di Kabupaten Magelang berada di kawasan yang berdekatan dengan potensi potensi wisata lain. Jadi tidak salah untuk dikunjungi. (adv)