WORKSHOP NASIONAL : Workshop consultation of liaison psychiatry yang diadakan di RSJ Prof dr Soerojo Magelang diikuti oleh dokter spesialis maupun dokter umum serta paramedis dari seluruh Indonesia. (Ima chafidz/radar kedu)
WORKSHOP NASIONAL : Workshop consultation of liaison psychiatry yang diadakan di RSJ Prof dr Soerojo Magelang diikuti oleh dokter spesialis maupun dokter umum serta paramedis dari seluruh Indonesia. (Ima chafidz/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG– Selama dua hari (28-29/4) tenaga kesehatan dari semua profesi seluruh Indonesia berkumpul di Rumah Sakit Jiwa Prof dr Soerojo Magelang. Mereka mengikuti workshop Consultation of Liaison Psychiatry nasional diadakan di auditorium RSJ Prof dr Soerojo Magelang.

Kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi psikiater, dokter umun, perawat dan psikolog dalam tatalaksana pasien kondisi komordibiditas dengan cara kolaborasi secara multidisiplin. Workshop bertema Holistic Care With Team Based Approach ini diikuti 70 dokter spesialis dan dokter umum, 50 perawat dan 15 psikolog dari seluruh rumah sakit di Indonesia.

Pelaksana harian (PLH) Direktur Utama RSJ Prof dr Soerojo Magelang dr Nur Dwi Esthi Sp.KJ yang membuka acara mengatakan sangat bersyukur karena rumah sakitnya digunakan untuk seminar bertaraf nasional tersebut. “Saya berharap dengan adanya workshop consultation of liaison psychiatry di rumah sakit ini bisa mendorong dan memotivasi pelaksanaan penerapannya di lingkungan RSJ Prof dr Soerojo Magelang,“ harap dr Nur Dwi Esthi yang juga direksi medik dan keperawatan RSJ Prof dr Soerojo tersebut Sabtu (28/4) ketika membuka acara mewakili Dirut RSJ Prof dr Soerojo. Adapun narasumber berasal dari multidisiplin. Yakni dari ilmu penyakit dalam, ilmu penyakit syaraf, ilmu kebidanan dan kandungan, psikiater, perawat liaison serta psikolog klinis.

Ketua Seksi Psikiatri Konsultasi dan Liaison, Prof Dr Syamsul Hadi, dr.,SpKJ(K) menyampaikan tujuan workshop Consultation of Liaison Psychiatry untuk memberikan pemahaman yang lebih tentang hubungan kesehatan jiwa dan kesehatan fisik atau sebaliknya. Diharapkan dengan adanya consultation of liaison psychiatry akan memperpendek waktu pasien dirawat di rumah sakit.

Sebagai contoh nyata di masyarakat ada seorang pasien sakit maag yang tidak sembuh-sembuh. Kemudian dikonsultasikan kepada psikiater maupun psikolog agar pasien tersebut mendapatkan pendampingan psikologis. Karena penyakit maag bisa terjadi bukan hanya terlambat asupan makan tetapi juga akibat tekanan emosi, beban pikiran atau pekerjaan. “Jadi di sinilah perlu koordinasi antara dokter jiwa atau psikolog dengan dokter penyakit dalam,” terang dr Ni Kadek Duti Ardi Suarjani Putri Lestari, Sp.KJ salah satu peserta workshop. (ima/lis)