Kabar Baru dari Nielsen Menghapus Kegalauan

295
Baehaqi, Direktur Jawa Pos Radar Semarang
Baehaqi, Direktur Jawa Pos Radar Semarang

Pembaca Jawa Pos rebound. Kuartal I 2018 hampir menyentuh angka sejuta. Itu menguatkan posisi sebagai koran dengan pembaca terbanyak di Indonesia.

Kabar itu sungguh menggembirakan bagi kami. Waktu membaca koran ternyata tidak terpengaruh oleh penggunaan internet yang meningkat tajam. Sumbernya dari pihak yang sangat berkompeten. A.C. Nielsen. Yaitu, perusahaan yang bergerak di bidang informasi global serta media. Perusahaan itu memfokuskan diri pada riset sebelum mempublikasikan kesimpulannya.

Kesimpulan Nielsen itu disampaikan dalam rapat seluruh pimpinan Jawa Pos Radar Group di Graha Pena Surabaya, Kamis, minggu lalu. Kebetulan saat itu sedang dilakukan evaluasi triwulan I 2018. Nielsen menghapus kegalauan sekaligus mempertebal keyakinan peserta rapat bahwa koran masih memiliki prospek yang baik.

Yang sangat mengejutkan adalah penggunaan internet yang tumbuh dalam rentang tahun 2014 sampai sekarang tak mempengaruhi sedikitpun waktu membaca koran. Tetap 31 menit per hari. Padahal, penggunaan internet meningkat dari 2 jam 25 menit (2014) menjadi 3 jam 9 menit (2017).

Memang diakui, era digital menyedot banyak pembaca koran. Pasar koran menurun drastis. Termasuk pasar Jawa Pos. Tetapi, yang menggembirakan di awal tahun ini readership Jawa Pos rebound hingga nyaris menyentuh angka satu juta. Masih jauh dari titik tertingginya yang hampir 1,5 juta. ‘’Kami optimistis akhir tahun ini melebihi satu juta pembaca,’’ kata Leak Kustiyo, Dirut Jawa Pos Koran sekaligus Dirut Jawa Pos Radar.

Survey Nielsen menunjukkan bahwa readership Jawa Pos tertinggi dibanding koran-koran lain di Indonesia. Padahal, readership itu hanya sebatas  koran yang menggunakan brand Jawa Pos. Termasuk Radar-Radar di Jateng, Jatim, DIJ, dan Bali. Belum termasuk koran-koran lain di bawah naungan Jawa Pos Grup yang totalnya sekitar 220 anak perusahaan.

Pesaing utama yang paling dekat terpaut 300 ribu pembaca di bawah Jawa Pos. Koran ini berkantor pusat di Jakarta. Ini membuktikan Jawa Pos masih mendominasi readership koran di Indonesia. Dari satu sisi tentu sangat menggembirakan. Di sisi lain, itu menjadi tanggung jawab yang sangat besar. Jawa Pos menjadi tumpuhan segala imej koran.

Dari survey Nielsen juga terlihat bahwa orang membaca koran karena ingin mendapatkan berita yang terpercaya. Angka totalnya untuk seluruh koran mencapai 58 persen. Khusus pembaca Jawa Pos mencapai 67 persen. Itu sekaligus menjadi alasan utama kenapa orang tetap membaca koran.

Bagi pembaca, koran masih dianggap media mainstream yang tidak main-main. Di koran itulah mereka bisa mendapatkan informasi yang akurat. Koran dibikin dengan penuh rasa tanggung jawab dan profesionalisme. Surat kabar sekaligus menjadi rujukan berita-berita yang bertebaran di internet dan media sosial.

Pembaca yang menjadikan trusted news sebagai alasan membaca koran itu merata di seluruh tingkatan usia. Mulai kelompok 10 – 19, 20 – 29, 30 – 39, 40 -49 sampai 50 tahun ke atas. Kesimpulannya, kaum remaja sampai dewasa membutuhkan berita yang terpercaya. Barangkalai karena sehari-hari mereka mendapatkan berita hoax dan mereka menyadarinya.

Kelompok pembaca Jawa Pos didominasi usia 20 – 49 tahun. Mereka adalah orang-orang yang mapan secara sosial ekonomi. Dalam survey Nielsen terlihat secara spesifik kelompok menengah atas mencapai 47 persen. Berturut-turut di bawahnya adalah kelompok menengah, atas, dan bawah. Sedangkan tingkat pendidikannya 85 persen SLTA ke atas.

Yang menarik lainnya, di tengah maraknya dunia internet, pembaca perempuan mengalami pergeseran ke atas. Jumlahnya meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kalau kuartal I 2018 jumlah pembaca perempuan 27 persen, pada kuartal I 2018 mencapai 32 persen. Sebaliknya, pembaca laki-laki mengalami penurunan yang sebanding.

Jawa Pos Radar Semarang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari Jawa Pos memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk memenuhi kebutuhan pembaca tersebut. Untuk itulah, kami terus berpacu meningkatkan kualitas. (hq@jawapos.co.id)