Guru Bawa Mantan Muridnya Ngamar

2094
NAIK VENTILASI : Seorang petugas terpaksa harus naik ke ventilasi salah satu hotel untuk masuk ke dalam kamar yang terkunci dari dalam, Jumat (27/4) malam. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
NAIK VENTILASI : Seorang petugas terpaksa harus naik ke ventilasi salah satu hotel untuk masuk ke dalam kamar yang terkunci dari dalam, Jumat (27/4) malam. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG– Berdalih menghibur mantan anak didiknya yang sedang patah hati, AF, 52, oknum guru asal Temanggung nekat membawa YES, 20, warga Jumo Temanggung ngamar di Hotel Pringgading, Kota Magelang. Aksi AF diketahui tim gabungan Satpol PP yang sedang melakukan razia pekat, Jumat (27/4) malam lalu.

Saat AF digrebeg di hotel, YES yang berjilbab tertutup sedang menangis sambil berbaring di tempat tidur. AF kepada petugas berdalih bahwa dirinya memang sengaja membawa YES untuk memberi nasihat dan mendengar curhat sang mantan anak didiknya. “Ini memang sedang patah hati, jadi saya hibur. Ini mantan murid saya, karena kasihan saya bawa ke sini,” aku AF.

Meskipun demikian, Satpol PP tetap tak menggubris alasan AF dan membawa keduanya untuk diperiksa di Mako Satpol PP Kota Magelang. AF masih tetap ngotot dan bahkan memaksa menjelaskan bahwa tidak bersalah. Bahkan saat wartawan mengabadikan foto, kamera wartawan sempat ditepis sehingga hampir terjatuh.

“Dalam pengakuannya, mengaku guru dan membawa mantan anak didiknya. Namun tetap kami bawa untuk diproses karena menyalahi perda. Kami juga berencana akan memanggil orangtua dari yang bersangkutan,” jelas Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana.

Selain di hotel, tim Satpol PP berhasil menjaring sepasang anak muda yang kedapatan mesum di daerah Taman Badaan Kota Magelang. Petugas mendapati keduanya sedang berpangku dengan kondisi celana terbuka dan melorot serta tumpukan tisu berserakan. Petugas langsung menggelandang keduanya ke mobil.

Singgih mengatakan, dalam razia tersebut didapati 8 pasangan tidak resmi, satu pasangan resmi, dan dua orang tidak membawa identitas. Untuk pasangan resmi, menurut Singgih, tetap diangkut karena kedapatan sedang mengonsumsi minuman keras (miras). “Kami juga mendapati satu orang yang diduga habis mengonsumsi sabu namun demikian saat akan ditangkap kabur,” terang Singgih. (had/ton)