Anak Kuli Bangunan Persembahkan Emas

1270
SANG JUARA : Rombongan SMA Taruna Nusantara yang dipimpin kepala sekolah, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Soebagio dan Nursalim menyambut Muhammad Firman Nuruddin di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta yang berhasil meraih medali emas pada lomba 25th International Conference of Young Scientists (ICYS) 2018 di Belgrade Serbia. (IST)
SANG JUARA : Rombongan SMA Taruna Nusantara yang dipimpin kepala sekolah, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Soebagio dan Nursalim menyambut Muhammad Firman Nuruddin di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta yang berhasil meraih medali emas pada lomba 25th International Conference of Young Scientists (ICYS) 2018 di Belgrade Serbia. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Muhammad Firman Nuruddin, siswa kelas XII SMA Taruna Nusantara Magelang  berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dalam bidang environmental science.

Medali emas diraih dalam lomba penelitian sains internasional  25th International Conference of Young Scientists (ICYS) 2018, yang berlangsung pada 19-25 April 2018 di Belgrade Serbia. Firman merupakan siswa kategori beasiswa Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara) dan berasal dari keluarga tidak mampu.

“Firman merupakan siswa yang masuk menempuh pendidikan di SMA TN dengan kategori penerima beasiswa dari Ikastara. Asli Kabupaten Magelang yaitu dari Karangrejo, Kedungsari Kecamatan Bandongan. Ayahnya kuli bangunan sedangkan ibunya TKW,” jelas Cecep Kepala Humas SMA Taruna Nusantara, Drs Cecep Iskandar, M.Pd, Sabtu (28/4).

Meski Firman keluarga yang tidak mampu, sosok Firman sangat bersemangat bersekolah di SMA TN. “Atas pencapaian Firman, kami sangat merasa bangga. Semoga ini memberikan persembahan kepada negara,” tuturnya.

Cecep menjelaskan, tim Indonesia pimpinan Monika Raharti (Center for Young Scientists Indonesia) berhasil meraih 2 medali emas, 3 medali perunggu, 2 special awards dan penghargaan best poster.

Keberhasilan ini, merupakan prestasi yang luar biasa mengingat kompetisi ini selalu berlangsung ketat. Diikuti oleh 32 negara maju dengan 412 peserta peneliti-peneliti muda belia.

Cecep menyebutkan, keberhasilan Firman merupakan kerja kerasnya dengan mengikuti seleksi berjenjang. Mulai dari tingkat provinsi yang berlanjut ke nasional yang diselenggarakan oleh Center for Young Scientists bekerja sama dengan dinas pendidikan provinsi/kota, universitas dan lembaga swadaya masyarakat sejak bulan Agustus hingga November 2017.

“Firman, selalu menunjukkan minat yang tinggi dalam kegiatan penelitian dan selalu bersemangat mengikuti kompetisi termasuk ICYS ini. Apalagi SMA Taruna Nusantara selalu mendukung penuh pengembangan bakat siswa-siswanya. Sehingga potensi siswa Firman dan kawan-kawannya mendapatkan wahana dan ruang yang seluas-luasnya,” beber Cecep.

Pembina kelompok penelitian sekaligus Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan dan Asrama SMA TN, Drs Kuncoro Puji Raharjo, MPd, mengatakan sehari-hari Firman, seringkali berada di laboratorium atau di bengkel kerja.

“Tentu saja hal ini menuntut perhatian sendiri dari pamong/guru pembina kelompok penelitian ini. Mengingat harus dicari cara bagaimana menyeimbangkan antara ruang kreativitas dengan tetap memperhatikan pembinaan disiplin dan tanggung jawab yang tinggi sebagai bagian penting dari pendidikan di SMA Taruna Nusantara,” jelas Kuncoro.

Kepala SMA Taruna Nusantara, Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Soebagio, SIP mengaku bangga atas kemenangan Firman. Soebagio mengaku selalu percaya tidak ada paradoks antara disiplin dan kreativitas.

“Justru kreativitas akan bisa berkembang dengan baik jika siswa memiliki disiplin dan tanggung jawab yang tinggi. SMA Taruna Nusantara sudah 28 tahun  membuktikannya dengan menghasilkan banyak siswa dan alumni yang berprestasi meskipun disiplin dan aturan-aturan yang ada sangat ketat,” tutur Soebagio. (had/lis)