33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Sebarkan Virus Transparansi

Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya SE Skom MS IEC, Rektor Unika Soegijapranata Semarang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Frederick Ridwan Sanjaya
Frederick Ridwan Sanjaya

RADARSEMARANG.COM – MENJADI seorang pemimpin tidak harus otoriter demi meraih kesuksesan. Banyak cara yang dilakukan untuk mewujudkan kesuksesan tersebut, salah satunya bersikap terbuka dan mau menerima kritikan. Prinsip inilah yang diterapkan Prof Dr Frederik Ridwan Sanjaya, SE, S,Kom, MS IEC, Rektor R Universitas Katholik Soegijapranata (Unika) Semarang.

Pria yang akrab disapa Ridwan Sanjaya ini, menjabat sebagai Rektor Unika Soegijapranata periode 2017 – 2021. Belum genap satu tahun. Persisnya baru berjalan sekitar delapan bulan sejak pelantikan menggantikan Rektor Budi Widianarko, pada Kamis, 31 Agustus 2017 silam. Sebelumnya, Ridwan menjabat sebagai Wakil Ketua Rektor IV Bidang Kerjasama dan Pengembangan Unika Soegijapranata.

Selain dikenal ramah, sosok Ridwan juga dikenal sebagai seorang ahli di bidang teknologi. Menurutnya, sekarang ini adalah zaman teknologi, termasuk dalam dunia pendidikan di perguruan tinggi yang mengarah dengan sistem pembelajaran online atau cyber. Hal inipun sudah didengung-dengungkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

“Jadi kalau dilihat dalam delapan bulan terakhir ini, Unika sedang mengarah pada industri 4.0, Disruptive Innovation, seperti yang disampaikan oleh Pak Menristekdikti,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Baca juga : Pencapaian Berkat Budaya Membaca dan Menulis

Upaya yang dilakukan adalah menciptakan aplikasi-aplikasi yang bisa diakses oleh berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, orang tua, pihak kampus, masyarakat umum, hingga alumni, bisa mengakses informasi mulai dari kebutuhan perkuliahan hingga mencari kerja.

“Kita ada aplikasi Hallo Alumni. Para alumni bisa mengakses dari mana saja, misal ketika butuh legalisir. Cukup menuliskan data diri, kemudian legalisir bisa keluar,” kata alumnus SMA Negeri 1 Demak, itu.

Selain itu, pihaknya juga meneciptakan aplikasi Hallo Unika Menyapa, yang bisa diakses mahasiswa maupun para orang tua untuk memantau perkembangan hasil pendidikan akademik anaknya.

Tak kalah penting, pihaknya juga memiliki aplikasi Unika Kita. Pada intinya aplikasi ini berkaitan dengan ketransparanan dan keterbukaan mulai dari mahasiswa hingga tingkat pimpinan.

“Dengan Unika Kita ini, mereka bisa menginformasikan apapun yang tidak beres di dalam Unika. Entah secara fisik maupun yang non fisik,” ujar pria kelahiran Demak, 17 Juli 1977, itu.

Aplikasi tersebut dapat menghilangkan sekat antara mahasiswa dengan dosen, termasuk menjadi media untuk lebih transparan. “Jadi keterbukaan itu sampai ke pimpinan. Pimpinan mendapat kritik atau masukan itu sudah hal biasa,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga memiliki platform E-Book untuk mewadahi mahasiswa untuk menuangkan hobinya. Seperti hobi menulis puisi, cerpen, komik dan sebagainya. “Talenta-talenta itu bisa disalurkan dari rumah atau mana saja pada saat senggang,” tandas lulusan S3 Computer Information System, Assumption University Bangkok, itu.

Di masa kepemimpinanya, pihaknya memiliki program kerja Unika Connect.  Artinya, Unika menjadi jembatan para mahasiswa atau civitas yang memiliki talenta. “Yang memiliki talenta bisa disalurkan dan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya. (M Hariyanto/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Foto Palsu Sirkuit Mandalika

JawaPos.com – Indonesia sedang membangun Sirkuit Mandalika di Lombok. Pembangunan diperkirakan selesai pada 2020. Namun, di beberapa grup WhatsApp sudah bermunculan foto sirkuit dari...

Puting Beliung Rusak 4 Rumah

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Angin puting beliung memporak-porandakan rumah warga di Dusun Brodjojito Desa Pakis Kecamatan Bringin, Rabu (20/6) sekitar pukul 18.00 WIB. Kepala Badan...

Tarif RSUD Soewondo Naik 300 Persen

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - RSUD dr Soewondo Kendal per 1 Februari 2018 besok memberlakukan kenaikan tarif pelayanan langsung mulai 50-300 persen. Kenaikan yang langsung dua...

Polres Demak Gencarkan Vaksinasi Difteri

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Polres Demak menggencarkan vaksinasi difteri.  Upaya pencegahan penyakit menular yang disebabkan infeksi diselaput lendir hidung dan tenggorokan ini dilakukan bersama Dinas...

Targetkan 100 Persen Akses Air Minum

SALATIGA - Direktorat Perkotaan, Permukiman dan Perumahan Bappenas Laisa Wahanuddin berharap, Kota Salatiga menjadi percontohan program pembangunan bidang air bersih, sanitasi, dan bebas kawasan...

Operasi 11 Hari Tilang 2.609 Pelanggar

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Hanya selama 11 hari melaksanakan kegiatan Operasi Patuh Candi 2018, Satlantas Polres Wonosobo telah menindak 2.862 pelanggar lalu lintas. Dari jumlah itu,...