JARANG-JARANG: Remaja mengakses perpustakaan keliling di Kota Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)
JARANG-JARANG: Remaja mengakses perpustakaan keliling di Kota Solo. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Mendongkrak minat baca warga Kota Solo bukan perkara enteng. Sebab, berdasarkan penelitian United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco), minat baca di Kota Bengawan menempati urutan dua paling bawah dari 61 negara.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Surakarta Sis Imiyati menerangkan, penelitian Unesco tersebut dilakukan pada 2015 dan pastinya menjadi bahan evaluasi pemkot. “Ini harus diselesaikan dalam dua tahun terakhir,” jelasnya kemarin (28/4).

Salah satu cara yang paling efektif menumbuhkan minat baca, sambung Sis, adalah dengan menyasar anak usia dini. “Kita tahu, memang kurikulum Paud (pendidikan anak usia dini) belum mengenalkan praktik membaca maupun menulis. Tapi, tidak ada salahnya jika sejak dini anak dikenalkan kegiatan membaca,” bebernya.

Para orang tua juga harus diberikan sosialisasi agar gemar membaca dan menjadi contoh bagi buah hatinya. “Kami sedang berinovasi menciptakan buku yang bisa jadi pedoman orang tua merangsang minat baca pada anak usia dini, namanya Bolokuncoro. Nanti kami launching 5 Mei,” katanya.

Dipilihnya tanggal tersebut karena bertepatan dengan Hari Gerakan Orang Tua Membacakan Buku  (Gernasbaku). Sis optimistis buku ini bisa dibagikan mulai tahun ajaran baru ini.”Buku Bolokuncoro ini adalah proyek perubahan Latpim II Angkatan IV 2018 yang diikuti Disarpus Surakarta. Pembagiannya menunggu cetak di anggaran perubahan,” beber dia.

Bolokuncoro merupakan akronim dari bocah Solo tekun moco aksoro. Karena targetnya untuk anak usia dini, buku ini akan dibagikan gratis saat anak berulang tahun ketiga.“Nanti dikirimkan sama pak wali bersama kartu ucapan ulang tahun. Buku ini bacaan orang tua untuk anak. Jadi orang tua wajib membacakan untuk anak,” ungkapnya.

Nina, salah seorang pendamping Paud Taman Ceria, Banjarsari menambahkan, tugas mendidik anak tidak hanya dilakukan oleh guru, tapi juga orang tua. “Masih jarang orang tua yang mau membacakan cerita ke anaknya. Ya semoga ini bisa jadi solusi buat itu,” kata dia. (ves/wa/bas)